cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Jakarta(MedanPunya) Lembaga riset global Legatum Institute yang melakukan kajian mengenai kondisi perekonomian Indonesia menilai izin konstruksi di Indonesia sangat lama prosesnya dibandingkan dengan negara lain.

Hasil riset yang dipaparkan Director of Policy Legatum Institute Stephen Brien menyebutkan bahwa mengurus izin konstruksi di Indonesia bisa memakan waktu 200 hari, menempatkan Indonesia di nomor 112 dalam kecepatan perizinan tersebut.

"Prosedur konstruksi terlalu memberatkan. Indonesia berada di urutan 112 di dunia dengan beban memperoleh izin bangunan. Saat ini, pada tahun 2019, dibutuhkan 200 hari untuk mendapatkannya," kata dia dalam diskusi di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (15/10).

Dia membandingkan kecepatan proses perizinan di negara lainnya di ASEAN. Hasilnya hanya dibutuhkan 122 hari di Filipina, 11 hari di Malaysia, dan 10 hari di Singapura. Itu jauh lebih cepat dibandingkan Indonesia.

Dia juga menyoroti standar regulasi di bidang konstruksi pada kota-kota di Indonesia. Setidaknya di kota-kota utama, Indonesia memiliki standar regulasi dan kontrol kualitas yang relatif baik selama proses konstruksi.

Tapi kondisi tersebut tidak berlaku menyeluruh. Hasil riset mereka menggambarkan kalau standar-standar yang ada belum ditegakkan secara jelas.

"Tidak selalu jelas bahwa standar-standar ini ditegakkan, atau bahwa mereka sesuai untuk lingkungan tertentu di negara ini," ujarnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 117 kali