cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Jakarta(MedanPunya) Neraca perdagangan periode September 2019 atau di akhir periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September defisit US$ 160 juta.

Sedangkan Januari - September 2019 neraca perdagangan masih tekor US$ 1,95 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan angka defisit ini lebih rendah dibandingkan defisit bulan-bulan sebelumnya.

"Defisit ini masih jauh lebih rendah. Defisitnya cenderung menipis," kata Kepala BPS Suhariyanto.

Tingginya impor dari China membuat neraca dagang RI dengan Negeri Tirai Bambu itu tekor paling besar. Nilai tekornya hingga US$ 13,9 miliar.

"Dengan Australia defisit US$ 1,9 miliar. Thailand defisit menipis dibanding tahun lalu US$ 2,9 miliar," ujarnya.

Meski demikian, kata Suhariyanto, Indonesia masih mengalami surplus dagang dengan beberapa negara. Misalnya Amerika Serikat (AS), India, dan Belanda.

"Ada beberapa negara yang neraca perdagangannya surplus Januari 2019. Dengan AS US$ 6,9 miliar, dengan India US$ 5,4 miliar, Belanda US$ 1,6 miliar," katanya.

Laporan neraca dagang dari BPS ini menjadi yang terakhir di periode I Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI. Laporan neraca dagang berikutnya akan disampaikan pada Periode II Presiden Jokowi.

Jokowi akan dilantik kembali menjadi presiden untuk kedua kalinya pada Minggu 20 Oktober 2019.

Berikut data neraca perdagangan RI selama 2019:

    Januari: defisit US$ 756 juta
    Februari: defisit US$ 52,9 juta
    Maret: surplus US$ 1,12 miliar
    April: defisit US$ 1,63 miliar
    Mei: defisit US$ 1,52 miliar
    Juni: surplus US$ 1,74 miliar
    Juli: defisit US$ 2,03 miliar
    Agustus: defisit US$ 1,02 miliar
    September: defisit US$ 160 juta

***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 101 kali