cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Jakarta(MedanPunya) Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.005. Rupiah terhadap dolar hari ini tercatat lebih kuat dibanding posisi penutupan perdagangan pada Jumat kemarin yang ada di level Rp 14.055.

Dolar AS dalam dua pekan terakhir tercatat bergerak stabil di bawah level Rp 14.100. Secara point to point dibandingkan setahun yang lalu, mata uang Paman Sam bergerak di rentang Rp 13.885-15.198.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan nilai tukar rupiah ke depan masih ada potensi penguatan.

"Sebetulnya itu menunjukkan masih ada ruang bagi rupiah untuk lebih menguat dan terbukti beberapa kali di bawah 14.000," kata Perry.

Dia mengungkapkan, penguatan bisa terjadi karena angka inflasi yang rendah dan prospek ekonomi yang baik sehingga kredibilitas ekonomi Indonesia terjaga dan pasar nyaman dengan kebijakan-kebijakan yang ada.

Perry menyebutkan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ini dipengaruhi oleh sejumlah korporasi yang membutuhkan dolar dan kemudian meningkatkan pembelian baik impor atau untuk pembayaran.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 19 kali