cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Jakarta(MedanPunya) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga 30 September 2019 sebesar Rp 115,9 triliun atau 82,79% dari target RP 140 triliun.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, saat ini total debitur KUR sebanyak 4,1 juta. Dengan komposisi penyaluran KUR sektor produksi sampai 30 September 2019 mencapai 50,4% dari target minimal 60%.

"Manfaat KUR juga sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan skala ekonomi usahanya. Hal ini terlihat dari komposisi penyaluran KUR Mikro sebesar 64,6%, KUR Kecil sebesar 35% dan KUR TKI sebesar 0,4%," kata dia dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/11).

Airlangga menjelaskan, pemerintah juga menurunkan bunga KUR menjadi 6% dari sebelumnya 7%.

Menurut dia kebijakan ini diambil dalam rangka mempercepat pengembangan UMKM. Selain itu juga sejalan dengan akan diterbitkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja.

Airlangga menuturkan, kebijakan penurunan suku bunga KUR menjadi 6% akan memperbanyak jumlah UMKM yang mendapatkan akses pembiayaan di sektor formal dengan suku bunga rendah.

"Selain perubahan plafon KUR Mikro, total akumulasi plafon KUR Mikro untuk sektor perdagangan pun mengalami perubahan, dari semula sebesar Rp100 juta menjadi Rp200 juta. Sedangkan, untuk KUR Mikro sektor produksi tidak dibatasi," ujarnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 120 kali