cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...

Washington(MedanPunya) Dalam pertemuan dengan kabinet presiden pada Selasa waktu setempat, Presiden Donald Trump mengakui bahwa saat ini AS dan China terjebak dalam negosiasi dagang yang mengalami jalan buntu.

"Jika kita tidak membuat kesepakatan dengan China, saya hanya akan menaikkan tarif lebih tinggi," kata Trump dalam pertemuan itu.

Setelah Trump menyampaikan pernyataannya, pasar keuangan terbukti reaktif terhadap perkembangan perang perdagangan yang sedang berlangsung. Namun sebagian besar mengabaikan peringatan Trump tersebut.

Sebelumnya, AS dan China menyepakati perjanjian perdagangan fase satu yang direncanakan pada Desember 2019 setelah sebelumnya pada Oktober tak tereakisasi.

Sejak itu, Beijing dan Washington mengirim sinyal beragam tentang bagaimana kedua negara akan bergerak maju. Seorang juru bicara Kementerian Perdagangan China mengatakan awal bulan ini bahwa kedua negara telah sepakat untuk membatalkan beberapa tarif yang ada secara bersamaan.

Namun, Trump mengatakan bahwa dia tidak setuju untuk membatalkan tarif, yang semakin menurunkan harapan untuk kesepakatan.

"Mereka (China) ingin mengalami kemunduran. Saya belum menyetujui apa pun, "kata presiden.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 117 kali