cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Jakarta(MedanPunya) World Bank (Bank Dunia) menilai perekonomian Indonesia hingga akhir tahun masih cenderung melandai. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019 hanya tumbuh 5%.

Prediksi itu melambat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomj di 2018 sebesar 5,17%. Juga lebih rendah forecast Bank Dunia di 2018 sebelumnya yakni 5,2%.

"Tahun ini perkiraan kami akan ada pertumbuhan ekonomi 5%. Sedikit melambat dari tahun sebelumnya 5,2%," kata Lead Economist World Bank Indonesia Frederico Gil Sander dii Energy Building, Rabu (11/12).

Frederico menerangkan, tahun ini memang cukup berat bagi perekonomian Indonesia. Gejolak perekonomian global membuat pertumbuhan investasi mengalami pelemahan lebih lanjut akibat penurunan harga komoditas yang signifikan dan ketidakpastian politik.

Konsumsi total yang jadi motor terbesar pertumbuhan ekonomi juga melambat. Melemahnya permintaan domestik menyebabkan penurunan impor dalam jumlah besar, yang mendukung pertumbuhan ekonomi di kuartal tersebut.

"Adanya trade shock. Jadi harga barang yang diekspor Indonesia turun dibandingkan dengan barang yang diimpor Indonesia," tambahnya.

Untuk 2020, Bank Dunia memperkirakan perekonomian Indonesia sedikit membaik dengan proyeksi pertumbuhan 5,1% pada 2020. Proyeksi ini didasarkan pada berkurangnya ketegangan perdagangan internasional dan berkurangnya ketidakpastian politik dalam negeri.

Namun risiko terhadap proyeksi pertumbuhan nasional masih signifikan. Ketegangan perdagangan yang berkepanjangan bisa membawa risiko bagi harga komoditas dan sentimen bisnis global. Risiko pelambatan ekonomi Tiongkok lebih lanjut juga berpotensi mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 112 kali