cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

Jakarta(MedanPunya) Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi kuartal III 2019 sebesar Rp 143,77 triliun tumbuh 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 140,94 triliun.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan peningkatan tersebut didorong oleh total premi baru Rp 89,98 triliun tumbuh 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 89,58 triliun.

"Untuk total premi lanjutan tercatat Rp 53,78 triliun tumbuh 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 51,36 triliun," kata Budi, Rabu (11/12).

Dia menjelaskan bancassurance memiliki kontribusi terbesar terhadap total premi sebesar 41,8% kemudian diikuti keagenan sebesar 39,9% dan alternatif lain 18,4%.

Total klaim kuartal III 2019 Rp 104,3 triliun tumbuh 17,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 88,82 triliun.

Total pendapatan industri asuransi jiwa kuartal III 2019 sebesar Rp 171,83 triliun tumbuh 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 149,87 triliun.

Hasil investasi industri asuransi jiwa sebesar Rp 19,97 triliun tumbuh 1.456% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,28 triliun. "Kenaikan signifikan ini karena meningkatnya pemahaman masyarakat atas peran asuransi termasuk sebagai investasi," ujar dia.

Peningkatan signifikan dalam hasil investasi juga diikuti oleh peningkatan signifikan klaim reasuransi sebesar Rp 4,07 triliun dari sebelumnya Rp 2,87 triliun. Total aset tercatat Rp 548,82 triliun tumbuh 6,8% dari tahun sebelumnya Rp 513,94 triliun. Peningkatan aset ini karena jumlah investasi yang meningkat jadi Rp 481,4 triliun dari sebelumnya Rp 457,55 triliun.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 125 kali