cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...
cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...

Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia (Persero) yang tak jelas bergerak di bidang apa. Nama cucu usaha itu ialah PT Garuda Tauberes Indonesia.

"Dan yang menarik kalau di situ ada juga yang mohon maaf menggelitik. Ada cucu dari perusahaan Garuda yang namanya Garuda Tauberes Indonesia. Nggak tahu bergerak di bidang apa. PT Garuda Tauberes Indonesia," kata Erick Thohir di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (13/12).

Erick mengatakan saat ini akan mempelajari mengenai aturan rangkap jabatan di BUMN. Selain itu, Erick juga mengatakan telah mengeluarkan aturan tentang pembentukan anak cucu usaha BUMN agar hal ini tak terulang.

"Saya mesti pelajari peraturan. Kalau yang Kepmen mengenai bahwa pembentukan anak cucu perusahaan itu harus ada review dari kami dengan alasannya itu sudah keluar Kepmen-nya," kata Erick.

"Cuma kalau mengenai yang tadi (komisaris), saya review dulu peraturannya. Kalau nggak nanti kita buat peraturan ya. Karena itu sesuatu yang menurut saya tidak sehatlah. Masa sudah jadi Dirut masih jadi komisaris di banyak perusahaan," sambungnya.

Erick mengatakan dirinya tak ingin posisi komisaris di BUMN menjadi bahan mainan para direksi. Apalagi, kata Erick, bila direksi BUMN sampai berlomba-lomba menjadi komisaris di anak dan cucu usaha.

"Kalau nggak akhirnya ini yang saya nggak mau, akhirnya semua berlomba-lomba menjadi komisaris juga. Bayangkan kalau ada misalnya, saya bukan suudzon ya. Misalnya di Pertamina, ada 142 perusahaan. Tiba-tiba direksinya menjadi komisaris di 142 perusahaan. Itu kan lucu-lucuan. Nah itu kita sikat," tegas Erick.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 82 kali