cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Neraca dagang Indonesia pada November 2019 tercatat defisit US$ 1,33 miliar. Angka ini berasal dari ekspor November 2019 yang sebesar US$ 14,01 miliar, sementara impornya US$ 15,34 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan Indonesia perlu ekstra hati-hati terhadap defisit neraca dagang yang kembali dialami Indonesia. Pasalnya, ekspor Indonesia yang turun menandakan adanya perlambatan ekonomi pada perdagangan global.

"Kita perlu ekstra hati-hati, karena perekonomian melambat, perdagangan internasional melambat, jadi permintaan turun. Jadi kita harus ekstra hati-hati ke depan," kata Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin (16/12).

Neraca dagang sepanjang tahun ini juga masih terjadi defisit sebesar US$ 3,11 miliar. Meski lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun kondisi global saat ini perlu ekstra perhatian.

Pada November ekspor Indonesia tercatat hanya US$ 14,01 miliar. Ekspor non migas turut berkontribusi pada lesunya ekspor bulan ini. Sedangkan untuk industri pengolahan yang mengalami penurunan antara lain besi baja, logam, kendaraan motor, dan bubur kertas.

Ekspor Indonesia turun paling dalam ke China yang hanya tercatat US$ 348 juta.
Sementara untuk kenaikan impor, beberapa jenis barang konsumsi yang impornya naik di November antara lain buah-buahan seperti apel dan jeruk dari China.

"Itu yang menyebabkan barang konsumsi mengalami kenaikan," kata Suhariyanto.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 166 kali