cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

New York(MedanPunya) Produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, akan menghentikan sementara produksi pesawat jet 737 MAX pada Januari 2020. Hal tersebut dinilai akan memberikan dampak buruk bagi ekonomi Amerika Serikat.

Pada Selasa (17/12), Boeing mengumumkan keputusan perusahaan untuk berhenti memproduksi pesawat jenis 737 Max yang sejak Maret lalu telah dikandangkan di hampir seluruh dunia.

Hal itu seiring dengan kecelakaan fatal yang terjadi Oktober 2018 dan Februari 2019. Adapun pesawat jenis tersebut hingga saat ini menjadi pesawat dengan permintaan terbanyak bagi Boeing.

sebagai perusahaan manufaktur terbesar sekaligus eksportir nomor wahid di Amerika Serikat, penghentian produksi 737 Max bakal membebani pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Paman Sam awal tahun depan.

Ekonom senior Capital Economic Michael Pearce mengatakan, penghentian produksi tersebut bakal membuat pertumbuhan ekonomi AS tertekan 0,5 persen poin secara tahunan di kuartal pertama tahun depan.

Adapun Kepala Ekonom RMS US juga memprediksi hal yang sama.

Sementara, Ekonom JPMorgan Michael Feroli dan Daniel Silver memprediksi dampak penghentian produksi 737 Max terhadap tertekannya pertumbuhan PDB yang sedikit lebih tinggi, yaitu 0,6 persen.

Penghentian produksi tersebut juga membuat Ekonom Bank of Amerika Stephen Juneau and Michelle Meyer mengoreksi proyeksi pertumbuhan PDB AS di kuartal I-2019 dari yang sebelumnya 1,7 persen jadi hanya 1,2 persen.

Masalah yang dihadapi Boeing tersebut diprediksi juga bakal menekan industri manufaktur AS yang dalam beberapa bulan terakhir sedang dihadapkan pada kondisi sulit.

Faktor lain yang bisa melukai perekonomian adalah PHK. Meski, Boeing mengatakan tidak memiliki rencana untuk memangkas staf karena produksi 737 Max dihentikan.

Pihak perusahaan mengatakan, pekerja akan dipindahkan ke jet dan produk lainnya. Namun demikian, masih ada kemungkinan pemangkasan pekerja di antara rantai pasokan Boeing, yang dapat merugikan belanja konsumen dan membebani pertumbuhan ekonomi.

Namun, jika Boeing melanjutkan produksi setelah kuartal pertama 2020, para ekonom menilai dampak dari penghentian produksi hanya bersifat sementara.

"Yang penting, hambatan yang diharapkan dari Boeing harus sementara," kata Juneau dan Meyer. Karena itu tidak secara material mengubah prospek pertumbuhan atau kebijakan moneter 2020," kata dia.

Federal Reserve memang memangkas suku bunganya tiga kali tahun ini untuk mendorong pertumbuhan.

Jika hambatan Boeing terhadap perekonomian hanya sementara seperti yang diharapkan, bank sentral tidak perlu memikirkan ulang strategi moneternya, sehingga begitu produksi 737 Max dilanjutkan, Boeing dibarapkan kembali memberi dorongan bagi ekonomi AS.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 189 kali