cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...
cache/resized/03ae02c03a497507a5cc772e7d2ad074.jpg
Jakarta(MedanPunya) Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Ia ...
cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...

Jakarta(MedanPunya) Pekan lalu gejolak Iran - Amerika Serikat telah membuat harga emas naik tinggi dan sempat melampaui 1.600 dollar per ons pada Rabu (8/1).

Namun harga emas berjangka Senin (13/1), turun 0,35 persen menjadi 1.556 dollar AS per ons dari yang sebelumnya 1,562 dollar AS per ons.

James Steel, kepala analis logam mulia di HSBC Securities, mengatakan, harga emas bisa berpotensi naik lagi, seiring dengan pengumuman Presiden Trump soal sanksi terhadap Iran yang mengindikasikan konflik masih memanas.

"Peningkatan risiko geopolitik, terutama dalam waktu singkat, dapat mengirim investor ke emas dan USD secara bersamaan," ucap James

HSBC pin menaikkan proyeksi harga emas 2020 menjadi 1.613 dollar AS per ons dari 1.560 dollar AS. Logam mulia pada pekan lalu sempat melambung di atas 1.600 dollar AS per ons.

Posisi ini memperpanjang kenaikannya ke level tertinggi dalam enam tahun. Awal kenaikan emas tahun ini sendiri didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Selain itu, kenaikan emas juga disebabkan karena Federal Reserve melonggarkan kebijakannya tahun lalu.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 15 kali