cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Pekan lalu gejolak Iran - Amerika Serikat telah membuat harga emas naik tinggi dan sempat melampaui 1.600 dollar per ons pada Rabu (8/1).

Namun harga emas berjangka Senin (13/1), turun 0,35 persen menjadi 1.556 dollar AS per ons dari yang sebelumnya 1,562 dollar AS per ons.

James Steel, kepala analis logam mulia di HSBC Securities, mengatakan, harga emas bisa berpotensi naik lagi, seiring dengan pengumuman Presiden Trump soal sanksi terhadap Iran yang mengindikasikan konflik masih memanas.

"Peningkatan risiko geopolitik, terutama dalam waktu singkat, dapat mengirim investor ke emas dan USD secara bersamaan," ucap James

HSBC pin menaikkan proyeksi harga emas 2020 menjadi 1.613 dollar AS per ons dari 1.560 dollar AS. Logam mulia pada pekan lalu sempat melambung di atas 1.600 dollar AS per ons.

Posisi ini memperpanjang kenaikannya ke level tertinggi dalam enam tahun. Awal kenaikan emas tahun ini sendiri didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Selain itu, kenaikan emas juga disebabkan karena Federal Reserve melonggarkan kebijakannya tahun lalu.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 143 kali