cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi di Januari 0,42% month to month (mtm). Kemudian, secara tahunan sebesar 2,82%.

Perkiraan itu berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan BI hingga minggu ke empat Januari.

"Berdasarkan survei pemantauan harga hingga minggu ke-4 Januari di bulan Januari ini Bank Indonesia memperkirakan inflasinya 0,42% month to month. Kalau secara tahunan adalah 2,82%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI Jakarta Pusat, Jumat (24/1).

"0,42% ini lebih rendah dari rata-rata kalau kita lihat rata-rata 5 tahun terakhir itu rata-ratanya itu adalah 0,64%," tambahnya.

Perry mengatakan, kontribusi inflasi ialah lonjakan harga pangan dipicu musim hujan. Beberapa harga pangan yang melonjak ialah cabai merah, cabai rawit, hingga beras.

"Tekanan-tekanan harganya itu apa, ini biasa karena ada musim hujan berpengaruh kepada panen sejumlah barang, itu terutama penyumbang inflasi itu adalah cabai merah, cabe rawit, bawang merah, beras, dan beberapa sayuran karena pengaruh cuaca Ini," terangnya.

Sementara, beberapa barang menyumbang deflasi yakni tiket angkutan udara, bensin dan ayam.

"Sementara yang menyumbang deflasi atau penurunan harga angkutan udara, bensin, kemudian mengenai ayam itu ada," katanya.

"Dan ini adalah yang pertama dengan inflasi yang 0,42% di mtm ini lebih rendah perkiraan kita, itu mengkonfirmasi bahwa inflasi tahun ini di sekitar sasaran ingat sasaran inflasi tahun ini lebih 3% plus minus 1%," ungkapnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 166 kali