Cetak halaman ini

Jakarta(MedanPunya)  Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot terus melemah hingga menembus level psikologis 15.000. Melansir Bloomberg, rupiah berada di posisi Rp 15.015 per dollar AS, melemah 0,55 persen dibanding penutupan kemarin.

Posisi tersebut merupakan level terendah sejak 26 Oktober 2018. Ketika itu mata uang garuda berada di level Rp 15.217 per dollar AS. Selama sepekan ini rupiah mengalami penurunan sebanyak 4,66 persen atau 9,8 persen selama sebulan.

Sementara itu, kurs referensi di Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) juga melemah menjadi Rp 15.083 per dollar AS dibandingkan Senin pada Rp 14.818 per dollar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen wabah virus corona masih mendominasi sehingga membuat aset berisiko tertekan.

“Kelihatannya sentimen masih belum membaik. Aset-aset berisiko masih tertekan, semalam Wall Street jatuh dalam lebih dari 12 persen,” kata Ariston.

Senada, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim bahkan memperkirakan isu corona bisa menyebabkan rupiah tertekan hingga kisaran 16.000.

"Merebaknya virus corona, rupiah bersiap ke Rp 16.000 per dollar AS," kata Ibrahim. Anjloknya nilai tukar rupiah ini seiring dengan merahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

IHSG merosot 206,25 poin (4,40 persen) ke ke posisi 4.484,41.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 101 kali