cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Jakarta(MedanPunya) Kasus virus corona di Indonesia semakin bertambah. Terakhir, mereka yang positif terkena pandemi ini sebanyak 134 orang.

Beberapa negara yang juga terkena virus corona mulai melakukan lockdown. Hal ini dilakukan agar penyebaran virus tidak semakin luas.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyebut pemerintah harus mempersiapkan sejumlah hal jika opsi ini diterapkan di Indonesia.

"Pemerintah harus mempersiapkan skenario terburuk apabila pemerintah harus terpaksa melakukan lockdown. Kalau itu terjadi jangan sampai lockdown dilakukan tanpa sebuah perencanaan karena dampak negatifnya jauh lebih besar apabila kita mengalami lockdown yang tidak terencana," katanya, Selasa (17/3).

Adapun yang harus dilakukan pemerintah yaitu menyiapkan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat menengah ke bawah yang bekerja di sektor informal. Hal ini untuk menghindari adanya masalah sosial.

"Mereka (pemerintah) harus siap membantu untuk memberikan bantuan langsung tunai. Mereka (masyarakat menengah ke bawah) harus diberi income ketika masa lockdown diberlakukan agar tetap bisa berkonsumsi," ujar Piter.

Pengamat Ekonomi David Samual menambahkan, sebelum menetapkan lockdown, pemerintah harus menyiapkan pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dari sisi logistik pangan terutama, harus ada persiapan kalau mau dilakukan (lockdown)," sebutnya.

Selain itu, juga harus disiapkan penyediaan alat-alat kesehatan yang memadai di sejumlah rumah sakit. Mengingat jika terjadi lockdown lalu lintas barang kemungkinan akan terganggu.

"Harus ada stimulus fiskal dari pemerintah terutama untuk penyediaan alat-alat kesehatan dalam rangka persiapan. Misalnya lockdown kalau alat kesehatannya nggak ada repot juga. Jadi memastikan dulu rumah sakitnya siap, dari jumlah rumah sakitnya, jumlah kamarnya, terus alat-alat kesehatannya," terang David.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 34 kali