cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...
cache/resized/2b2c034cf620b2a0f357c14287c0a073.jpg
Washington(MedanPunya) Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas ...
cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...

Jakarta(MedanPunya) Harga minyak mentah dunia cetak rekor dengan mengalami kenaikan sebesar 24 persen pada perdagangan Kamis (19/3). Kenaikan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Rabu (18/3) harga minyak dunia anjlok sebesar 26 persen.

Harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 24 persen ke level 25,28 dollar AS per barrel.

Sementara harga minyak mentah jenis Brent juga mengalami kenaikan sebesar 14 persen ke level 28,26 dollar AS per barrel.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang berencana turun tangan dalam perang harga antara Arab Saudi dan Rusia, dinilai menjadi sentimen utama pendorong harga minyak mentah dunia.

"Kita mencoba untuk mencari titik tengah. Perang harga sangat merugikan Rusia karena ketika Anda melihatnya, seluruh ekonomi mereka didasarkan pada itu (migas) dan saat ini kita harga minyak terendah harga dalam beberapa dekade," tutur Trump.

Lebih lanjut, Trump menyebutkan rendahnya harga minyak mentah dunia juga akan merugikan Arab Saudi. Namun, ia menyadari bahwa kedua negara sedang bersitegang untuk menentukan nasib harga minyak dunia.

"Pada saat yang tepat, saya akan turun tangan," kata Trump.

Meski berhasil mengalami kenaikan tertinggi, secara bulanan harga minyak mentah dunia masih terkoreksi cukup dalam, yakni sebesar kisaran 50 persen sejak awal Maret 2020.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 46 kali