cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

Jakarta(MedanPunya) Aliran modal asing yang masuk ke Indonesia masih mengalami naik turun. Hal ini disebabkan karena sejumlah sentimen positif dan negatif yang masih terjadi secara bergantian.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan pada awal Mei 2020 modal asing yang masuk ke Indonesia tercatat Rp 1,17 triliun.

Menurut Perry angka ini lebih baik jika dibandingkan Maret yang masih terjadi outlfow besar-besaran hingga Rp 121,26 triliun. "Minggu pertama Mei ada inflow Rp 1,17 triliun. Kalau Maret ada outflow karena waktu itu terjadi kepanikan di pasar keuangan global," kata Perry dalam video conference, Rabu (6/5).

Dia menjelaskan pada bulan April 2020 memang terjadi inflow dan outflow namun angkanya lebih kecil yakni Rp 2,14 triliun. Menurut Perry tren outflow saat ini semakin kecil dan modal asing trennya masuk ke Indonesia.

Perry mencontohkan pada 2011 sampai tahun 2019, rata-rata periode outflow terjadi selama 4 bulan. "Jumlah yang outflow berapa (periode 2011-2019)? Sekitar Rp 29,2 triliun. Tapi setelah outflow, apa yang terjadi? Ada periode inflow. Berapa lama? 21 bulan. Jumlah yang inflow ke SBN berapa? Rp229 triliun. Jadi maksud saya, memang kita berat saat ini. Tapi jangan terlalu pesimistis. Liat angka-angka historis," kata dia.

Menurut dia tren capital inflow akan membaik pada bulan Mei dan seterusnya. Terlebih prakiraan terhadap pandemi covid-19 yang dikatakan akan mulai membaik di bulan Juni ikut mendasari tren kenaikan capital inflow.

"Inflow SBN sudah mulai kelihatan (membaik) nih. Insya Allah bulan Mei dan Juni lebih kelihatan (membaik) lagi. Itu mendasari kami yakin bahwa inflow akan membaik dan mendukung pembiayaan pemerintah juga stabilitas nilai tukar rupiah," jelas dia.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 61 kali