cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Penyebaran COVID-19 di Indonesia disebut berpotensi menyusutkan pendapatan devisa Indonesia. Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan potensi kehilangan devisa mencapai US$ 4 miliar sejak awal penyebaran hingga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ketua umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengungkapkan saat pandemi ini ada 2.000 hotel dan 8.000 restoran yang tutup dan kehilangan pendapatan Rp 30 triliun untuk hotel dan Rp 40 triliun untuk restoran.

"Potensi kehilangan devisa US$ 4 miliar atau Rp 59 triliun," kata Hariyadi dalam diskusi virtual dengan ILUNI UI, Rabu (13/5).

Dia mengungkapkan, memang saat ini tak hanya industri hotel dan restoran yang mengalami kerugian. Industri penerbangan juga mencatat kerugian hingga US$ 812 juta dan operator tur Rp 4 triliun.

Hariyadi menyebut sebanyak 90% pekerja sektor pariwisata juga telah dirumahkan atau unpaid leave. Dimana jumlah pekerja sektor pariwisata 13 juta orang terancam tidak bekerja kala pandemi berlangsung lama hingga akhir tahun.

Sekadar informasi, pandemi COVID-19 telah memukul sendi-sendi ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) RI pada kuartal I-2020 hanya tumbuh 2,97% (YoY). Angka tersebut turun cukup dalam bila dibandingkan dengan kuartal I-2019 yang masih tumbuh 5,07%.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 46 kali