cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Kamis (14/50) mengalami pelemahan hingga kembali menembus level 14.900.

Mengutip data Bloomberg rupiah berada pada level Rp 14.930 per dollar AS atau melemah 0,44 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada level Rp 14.866 per dollar AS.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rupiah dirundung sentimen negatif dari pernyataan Gubernur Bank Sentral AS (Feral Reserve) , Jerome Powell yang menyebut perekonomian akan memburuk dan butuh stimulus tambahan.

“Sentimen negatif kelihatannya masih membayangi pergerakan pasar setelah Powell mengungkapkan pandangannya tersebut,” kata Ariston.

Sementara itu, Powell juga menepis kemungkinan the Fed akan menerapkan suku bunga negatif. Hal ini tentunya mampu mendorong penguatan dollar AS di sesi Asia hari ini, sebagai aset safe haven.

“Rupiah mungkin bisa melemah terhadap dollar AS, namun tekanan terhadap rupiah mungkin tidak besar karena banyak investor masih yakin dengan perekonomian Indonesia terbukti dengan tingginya minat terhadap Surat Utang Negara (SUN),” tambah dia.

Ariston memproyeksikan rupiah hari ini akan berada pada kisaran Rp 14.800 per dollar AS sampai dengan Rp 15.000 per dollar AS.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 41 kali