cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

Jakarta(MedanPunyua) Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kondisi negara migas Indonesia masih defisit alias tekor US$ 3,31 miliar sepanjang Januari-April 2020. Hal tersebut dikarenakan nilai ekspor lebih kecil dibandingkan impor migasnya.

Berdasarkan data BPS, total nilai ekspor migas selama empat bulan pertama di 2020 mencapai US$ 2,88 miliar dan impornya US$ 6,19 miliar, sehingga terjadi selisih atau defisit US$ 3,31 miliar.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, defisit migas pada Januari-April 2020 meningkat 19,92%. Di mana defisit neraca migas sebesar US$ 2,76 miliar.

Sedangkan khusus di April 2020, BPS mencatat neraca migasnya pun masih defisit US$ 243,8 juta, hal ini dikarenakan nilai ekspor US$ 610,5 juta sedangkan impornya sebesar US$ 854,3 juta.

Angka defisit migas di April 2020 lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun 2019, yaitu sebesar US$ 1,49 miliar. Pada April tahun lalu tercatat nilai ekspor migas sebesar US$ 741,8 juta, sementara impornya US$ 2,23 miliar.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 48 kali