cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...
cache/resized/e7d56ad1eb9b6dc4f18b672b05a683f0.jpg
Bangkok(MedanPunya) Kerajaan Thailand dilaporkan merilis foto selir Raja Maha Vajiralongkorn dalam ...
cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...

Jakarta(MedanPunya.Com) Pemerintah optimistis para pekerja Indonesia bisa bersaing dengan para pekerja negara lain dalam menghadapi pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pasar bebas yang akan berlangsung akhir 2015 nanti, tak hanya liberalisasi perdagangan barang, namun juga berlaku untuk sektor jasa atau tenaga kerja di negara-negara anggota ASEAN.

Sekjen Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Abdul Wahab Bankona beralasan ada satu keunggulan yang dimiliki pekerja Indonesia yang tidak ditemukan pekerja di ASEAN lainnya yaitu kemampuan membuat pesawat terbang.

"Kalau dari sisi persaingan, kita cukup unggul. Kita lihat faktanya output yang ada bahwa dari sisi teknologi kita menguasai sampai pesawat terbang pun kita bisa buat," kata Bankona di acara International Labour Organization di Hotel Sari Pan Pacific, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (24/9).

Selain bisa membuat pesawat terbang, setidaknya ada beberapa sektor tenaga kerja lain, pekerja Indonesia punya kualitas dan kuantitas yang berdaya saing di ASEAN. "Dari segi kompetisi di bidang IT kita unggul, otomotif, dan pariwisata," sebutnya.

Namun jika diukur secara rata-rata, kualitas tenaga kerja di Indonesia masih berada di peringkat terbawah atau lebih rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina hingga Vietnam. Bankona beralasan masih banyak tenaga kerja Indonesia yang berpendidikan rendah.

"Tetapi dalam konteks Indonesia kita adalah negara besar. Kalau tenaga kerja yang kompeten itu hanya 20% yaitu 24 juta, tetapi masih ada sebagian besar pekerja lainnya belum kompeten," imbuhnya.

Besarnya pasar ASEAN, ia memperkirakan jumlah permintaan pekerja cukup besar. Dinilai dari jumlah pekerja yang jauh lebih besar, ia optimistis Indonesia bisa menjadi penyuplai tenaga kerja terbesar di kawasan ASEAN.

"Kita punya peluang yang cukup besar untuk menguasai pasar ASEAN. Kalau kita ambil 50%-75% saja itu sama saja kita kuasai seperti kita kuasai global market. Kita harapkan suatu komitmen yang kuat dari pemerintah mendatang sehingga ke depan mampu memproduksi tenaga kerja produktif," cetusnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1149 kali