cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...
cache/resized/568a86d8d8e289493dd92041cc167676.jpg
Doha(MedanPunya) FIFA secara resmi meluncurkan logo Piala Dunia 2022. Logo Piala Dunia yang akan ...

Jakarta(MedanPunya.Com) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mengakui di beberapa sektor pekerjaan di Indonesia masih didominasi pekerja asing, misalnya sektor pertambangan.

"Terutama di perusahaan pertambangan memang kita akui masih banyak segmen-segmen skill yang diisi oleh tenaga kerja asing. Nah inilah tantangan kita ke depan bagaimana kita harus mengambil alih," ungkap Sekjen Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Abdul Wahab Bankona, Rabu (24/9).

Ia mengungkapkan banyaknya pekerja asing yang bekerja di sektor pertambangan karena Indonesia kekurangan jumlah tenaga kerja. Sedangkan pertumbuhan bisnis sektor pertambangan di Indonesia terbilang cukup tinggi.

"Kita punya lembaga-lembaga (pencetak tenaga pertambangan Indonesia) di wilayah terbaik seperti di Borombon, Sulawesi Selatan yang memproduksi profesional tenaga kerja tambang cuma secara kuantitatif dari kebutuhan kita kurang," imbuhnya.

Ia juga menganggap wajar banyak pekerja asing yang bekerja di sektor tambang. Hal ini karena banyak juga tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri dan menguasai beberapa sektor seperti ahli memasak, IT dan teknik.

Hal ini sama seperti yang terjadi di Amerika dan Australia. Banyak tenaga kerja yang bekerja di Amerika berasal dari luar Amerika dan justru Amerika mengekspor tenaga kerjanya keluar Amerika. Sedangkan di Australia banyak orang Australia yang sekarang menjadi konsultan justru bekerja di banyak negara.

"Kita juga harus sadar bahwa semakin maju negara terutama dipengembangan SDM makin maju dia, makin banyak yang keluar dan makin banyak yang datang, kan begitu," cetusnya.

Berdasarkan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA) yang diterbitkan oleh Kemenakertrans, bulan Januari - September 2012, tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia berjumlah 57.826 orang. TKA tersebut masing- masing bekerja pada sektor industri (termasuk pertambangan) berjumlah 31.073 orang, sektor perdagangan berjumlah 11.367 orang, sektor konstruksi berjumlah 5.031 orang.

Sedangkan tahun 2011 IMTA yang diterbitkan berjumlah 77.144 orang, dengan rincian, paling banyak bekerja di sektor industri sebanyak 40.423, sektor perdagangan sebanyak 14.142 orang dan sektor konstruksi sebanyak 7.177 orang.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1213 kali