cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Jakarta(MedanPunya) Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan operasi tangkap buronan dengan sandi Tabur 31.1. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan, para koruptor buron tidak akan tidur nyenyak.

"Tidak ada tempat yang aman bagi buronan. Mereka tidak akan punya tempat aman dan tidak bisa tidur nyenyak akan kami kejar terus," ujar Prasetyo, di Kejagung, Jl Hasanudin, Jakarta, Kamis (12/7).

Prasetyo mengatakan, setelah ditangkap, para buron koruptor yang divonis bayar ganti rugi juga harus membayarnya ke negara. Jika tidak mau membayar, maka kejaksaan akan menyita aset apa pun yang dimiliki koruptor tersebut.

"Narapidana koruptor ini kan bukan hanya hukuman badan saja, tetapi harus bayar denda dan uang pengganti. Beberapa waktu lalu kan sudah kita tagih, uang pengganti yang suka atau tidak harus mereka bayar. Kalau tidak bayar uang pengganti akan kami sita hartanya maupun asetnya," tegasnya.

Operasi Tabur 31.1 digalakkan Kejagung untuk menangkap para buronan yang masih berkeliaran pada sudah divonis inkrah. Thamrin Tanjung merupakan buronan yang ke 130 yang ditangkap. Selain menangkap, operasi ini juga bertujuan untuk memulihkan aset negara akibat ulah para koruptor.

"Tinggal pilih saja, mau kita lelang barangnya atau mereka sukarela membayar uang pengganti," pungkas Prasetyo.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 2172 kali