cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Jakarta(MedanPunya) Ditjen Pemasyarakatan akan memfasilitasi warga binaan mencoblos di Pemilu 2019. Dari data yang ada, Jabar tertinggi dengan jumlah 10.933 orang.

"Seluruh lapas dan rutan akan disediakan TPS untuk memfasilitasi terpenuhinya hak pilih tahanan dan narapidana," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami.

Berikut ini peringkat tertinggi napi yang akan menggunakan hak pilihnya sebagaimana dirangkum dari data Ditjen Pemasyarakatan, Senin (14/1), yang telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT):

1. Jawa Barat sebanyak 10.933 orang.
2. Sumatera Utara sebanyak 7.923 orang.
3. Kalimantan Timur sebanyak 6.827 orang.
4. Aceh sebanyak 5.895 orang.
5. Sulawesi Selatan sebanyak 4.999 orang.

Adapun DKI Jakarta, tercatat 1.674 napi siap nyoblos.

"Kami terus berkoordinasi untuk menjamin terselenggaranya hak pilih narapidana dan tahanan, termasuk tersedianya TPS khusus di seluruh lapas dan rutan," kata Utami.

Utami mengatakan lapas atau rutan dengan jumlah pemilih yang sedikit akan bergabung dengan TPS terdekat di luar lapas rutan untuk mencoblos. Saat ini terdapat 522 lapas dan rutan di Indonesia, dengan total penghuni lebih dari 254 ribu orang.

"Intinya kami akan memfasilitasi maksimal agar tahanan dan narapidana yang telah memenuhi syarat, tersalurkan suaranya pada pemilu tahun ini," ujar Utami.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 155 kali