cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Cibinong(MedanPunya) LBH Apik membeberkan kejanggalan vonis bebas pemerkosa dua anak, HI (41). Padahal si anak yang berusia 14 tahun dan 7 tahun diperkosa oleh HI secara berulang.

"Selama persidangan, hakim yang memeriksa hanya satu orang. Namun dalam Putusan disebutkan majelis hakim berjumlah tiga orang yang diketuai oleh Muhammad Ali Askandar dan Chandra Gautama serta Raden Ayu Rizkiyati sebagai hakim anggota," kata kuasa hukum korban dari LBH Apik, Uli Pangaribuan kepada wartawan, Kamis (25/4).

Kejanggalan lainnya, selama ibu korban diperiksa oleh hakim, bapak mertua dan suami mendampingi di ruang sidang. Kejanggalan ketiga, pada proses pemeriksaan, hakim memerintahkan dua korban tidak boleh didampingi oleh pendamping dan orang tua.

"Di persidangan kedua korban dipertemukan dengan pelaku di ruang sidang tanpa didampingi oleh orang tua dan pendamping," ujar Uli.

Kejanggalan kelima, keluarga korban tidak diinformasikan tentang perkembangan proses persidangan. Keenam, pelaku pada saat pemeriksaan di persidangan sudah mengakui pernah melakukan hubungan badan.

Ketujuh, para saksi sudah menjelaskan di persidangan dan keterangannya saling menguatkan. Selain itu, hasil visum terbukti telah Kekerasan seksual terhadap anak. Namun bukti-bukti itu diabaikan majelis PN Cibinong.

"Jaksa menuntut 14 tahun penjara. Namun pada tanggal 25 Maret 2019 majelis Hakim memutus bebas HI dengan pertimbangan bahwa tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian perkara," papar Uli.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 75 kali