Bantahan Dirresnarkoba Polda Sumut soal Penggelapan Barbuk Sabu 12 Kg

Medan(MedanPunya) Dirresnarkoba Polda Sumut, Kombes Yemi Mandagi membantah soal dugaan penggelapan barang bukti sabu 12 kg yang diadukan tersangka narkoba M Yakob ke Propam Mabes Polri. Saat M Yakob ditangkap, barang bukti sabu yang diamankan hanya 20 kg, bukan 32 kg.

“Dari laporan yang saya terima, barang bukti yang diamankan 20 kg,” kata Kombes Yemi Mandagi, Jumat (19/5).

Yemi pun menjelaskan Yakob ditangkap berdasarkan pengembangan kasus dua tersangka yang ditangkap dengan barang bukti 3 kg sabu pada 19 Maret 2023 di kawasan Kabupaten Langkat.

Dia menurunkan tim gabungan dari Kasubdit I AKBP Henri Ritson Sibarani dan Kasubdit II AKBP Bahtiar Marpaung untuk membekuk Yakob.

Diketahui, saat itu AKBP Achiruddin masih menjabat sebagai Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Sumut. Sebab, Achiruddin dicopot dari jabatannya pada 3 April 2023.

“Yakob ditangkap di rumahnya. Sedangkan barang bukti 20 kg itu ditemukan di rumah Yakob yang lain dan pada saat itu sedang dihuni anaknya EM,” kata Yemi.

Yakob akhirnya dijerat pasal 112 dan 114 UU Narkotika dengan ancaman penjara seumur hidup. Setelah itu barang bukti, berkas, dan Yakob diserahkan ke kejaksaan pada 4 Mei 2023.

Sebelumnya diberitakan, M Yakob, mengadukan sembilan personel Polda Sumut ke Divisi Propam Polri melalui pengacaranya Safaruddin. Laporan itu terkait dugaan penggelapan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 12 kg.

“Kita berikan aduan masyarakat ke Divpropam Polri pada 9 Mei 2023. Personel yang kita laporkan itu sesuai dengan nama di surat penangkapan,” kata kuasa hukum dari Yakob, Safaruddin, Selasa (16/5).***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version