Sabtu, 29 November 2025
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Metro

Bayi yang Diduga Dicovidkan RSUD Pirngadi Medan Meninggal Dunia

Kamis, 10 Juni 2021
kanal Metro
22
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Medan(MedanPunya) Kabar duka datang dari bayi malang yang sempat diduga dicovidkan RSUD Pirngadi Medan.

Sekira pukul 08.00 WIB, bayi berjenis kelamin perempuan bernama Khayra Hanifah Al Maghfirah itu kabarnya meninggal dunia.

Menurut penuturan kerabat korban, saat ini pihak keluarga tengah mengurus prosesi pemakaman Khayra Hanifah Al Maghfirah.

“Iya, tadi sekira jam 08.00 WIB meninggal dunia,” kata Nisa, kerabat korban, Kamis (10/6).

Nisa mengatakan, alamat rumah duka berada di Jalan jangka, gang Sehat No 44, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah.

“Rencananya hari ini jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum kawasan Sei Sekambing Medan yang ada di dekat kampus Panca Budi,” kata Nisa.

Kasus yang dialami Khayra Hanifah Al Maghfirah ini cukup menyita perhatian publik.

Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala bahkan ikut angkat bicara dan sempat mendampingi keluarga korban.

Rajudin Sagala mengatakan, awalnya keluarga pasien membawa anaknya berobat ke RSUD Pirngadi Medan pada Senin (7/6).

Saat di rumah sakit, saluran infus tidak tersedia sehingga operasi gagal dilakukan.

Padahal, kata Rajudin Sagala, kondisi anak tampak memprihatinkan.

“Itu ceritanya dirujuk ke rumah sakit Pirngadi. Dijadwalkan tadi malam operasi dan sudah dimasukkan ke ruangan dari pukul 22.00 WIB,”

“Tetapi sampai pukul 12.30 WIB itu tidak jadi, karena ada alatnya yang tidak tersedia,” kata Rajudin Sagala, Rabu (9/6).

Kesal, pihak keluarga mencari tahu dimana keberadaan dokter.

Namun, dokter yang harusnya menangani pasien tidak ada di tempat.

“Setelah dicek oleh keluarga pasien, ternyata dokter yang mengoperasi itu tidak datang-datang. Nah, itu persoalannya pertama,” kata dia.

Kemudian, persoalan baru kembali muncul tatkala pasien yang masih bayi itu diduga dicovidkan.

Hal ini disampaikan oleh petugas medis RSUD Pirngadi secara lisan kepada keluarga pasien.

Setelah diswab, ternyata hasilnya negatif Covid-19. Sontak, hal ini memicu kemarahan keluarga pasien.

“Setelah tidak jadi operasi, pihak rumah sakit juga enggak ada solusi. Entah dirujuk ke rumah sakit lain pun tidak ada,” ujarnya.

Dia pun mengaku sejak Selasa (8/6/2021) sudah mengunjungi RSUD Pirngadi untuk menjenguk pasien yang masih di ruang ICU.

Rajudin Sagala bahkan sempat berkomunikasi dengan Direktur RSUD Pirngadi Medan.

“Saat ini keluarga sudah keluar dari RSUD Pirngadi dan mereka minta status medisnya tapi enggak dikasih. Padahal itu kan fungsinya kalau mau merujuk ke rumah sakit lain penting status medis terakhir biar bagus ditangani,” sebutnya.

Ia sangat menyangkan tindakan dari RSUD Pirngadi yang juga milik Pemko Medan ini.

Seharusnya, RSUD Pirngadi sebagai ikon Kota Medan memberikan pelayanan terbaik.

“Padahal kemarin juga ada soal tabung oksigen yang kosong, ini tambah masalah lagi,” pungkasnya.

Terpisah, Humas RSUD Pirngadi Medan Edison Peranginangin tak membantah video itu berada di tempatnya bekerja.

Hanya saja, Edison berdalih belum bisa memberikan keterangan secara rinci soal kasus ini.

“Nanti ya, belum ada sama saya kronologisnya. Mungkin besok dikasih sama saya, baru bisa dijawab,” kata Edison.

Karena RSUD Pirngadi Medan berkali-kali menimbulkan kegaduhan, selebgram Kota Medan Ratu Entok atau ratu Talisha ikut angkat bicara.

Ia menyebutkan kalau RSUD Pirngadi kembali bermasalah padahal kasus kematian akibat tabung oksigen kosong belum tuntas.

“Kayaknya Rumah Sakit Pirngadi itu rumah sakit setan, anak bayi pun dicovidkan,” ucap Ratu Entok.

Ia juga menyinggung kinerja tim medis di sana.

“Perawat ngapain di situ, itu nyawa lohh, nanti mati lagi,” teriaknya.

Meski beberapa kali bersinggungan dengan perawat, namun Ratu Entok ini tetap mengkritisi kinerja oknum petugas medis, yang dianggapnya kerap lalai dalam menjalankan tugas.***trb/mpc/bs

 

 

Berikan Komentar:
Tags: bayi malangdicovidkanRSUD Pirngadi
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Gubsu Edy Jawab Isu Banyak Pejabat Sumut Bermarga Lubis

Berita Berikutnya

Menumpuk Sampah Jadi Cara Baru Pemerintah Tuntaskan Masalah Persampahan Kota

Related Posts

Metro

Cuaca Ekstrem, Disdikbud Medan Instruksikan Pembelajaran dari Rumah

Jumat, 28 November 2025
Metro

Polda Sebut Korban Meninggal Bencana di Sumut Bertambah Jadi 62 Orang

Jumat, 28 November 2025
Metro

Sejumlah Hotel di Medan Kehabisan Kamar Dipadati Pengungsi Banjir

Jumat, 28 November 2025
Metro

Banjir dan Longsor Terjang Sumut, Bobby Tetapkan Status Darurat 14 Hari

Jumat, 28 November 2025
Metro

2 Anggota TNI Hanyut saat Evakuasi Korban Banjir di Tapsel

Rabu, 26 November 2025
Metro

Banjir dan Longsor di Sumut, BMKG Ingatkat Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Rabu, 26 November 2025

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Cuaca Ekstrem, Disdikbud Medan Instruksikan Pembelajaran dari Rumah

Jumat, 28 November 2025

Polda Sebut Korban Meninggal Bencana di Sumut Bertambah Jadi 62 Orang

Jumat, 28 November 2025

Sejumlah Hotel di Medan Kehabisan Kamar Dipadati Pengungsi Banjir

Jumat, 28 November 2025
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana