CCTV Minim, Penembak Bendahara Kecamatan Medan Barat Belum Terungkap

Medan(MedanPunya) Aparatur sipil negara (ASN) bernama Fatma Charina ditembak orang tak dikenal (OTK) usai pulang kerja. Sudah sebulan lebih peristiwa itu berlaku, polisi belum juga berhasil menangkap pelakunya.

Fatma yang menjabat Bendahara Kecamatan Medan Barat itu ditembak OTK pada Selasa (4/10) sekitar pukul 18.30 WIB. Kaki Fatma ditembak di Jalan Bono diduga pakai airsofgun.

Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda mengatakan ada beberapa kendala yang didapati untuk mengungkap kasus tersebut. “Kendalanya, saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kurang. CCTV di sekitar lokasi juga minim,” kata Valentino, Senin (14/11).

“Jadi, belum ada didapati CCTV yang menangkap wujud pelaku. Meski begitu ini masih kita dalami kasus tersebut,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, polisi membeberkan kronologis Bendahara Kecamatan Medan Barat, Fatma Charina ditembak oleh orang tak dikenal (OTK). Dari penuturan korban, polisi pun telah mengetahui ciri-ciri pelakunya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/10) sekitar pukul 18.30 WIB. Awalnya, Fatma pulang dari kantor Camat Medan Barat menuju Jalan Prajurit untuk menjemput anak di rumah kakeknya.

“Sekira jam 18.30 WIB korban pulang dari Kantor Camat Medan Barat menuju Jl. Prajurit untuk menjemput anaknya di rumah kakeknya,” sebut Hadi, Rabu (5/10).

Karena saat itu dalam kondisi hujan, Fatma memakai jaket dan anaknya berada di depan. Kemudian, Fatma hendak pulang ke rumahnya di Jalan Sekata. Namun, sesampainya di Jalan Bono, Fatma mendengar ada suara mirip suara kaleng.

Karena penasaran, Fatma berhenti dan melihat ke belakang. Pada saat itulah, pelaku melewati Fatma sambil memegang senjata. Tak berapa lama, kaki Fatma pun telah berdarah diduga ditembak.

“Pada saat pelaku melewati korban, korban melihat satu orang laki-laki tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor matik, menggunakan helm dan jaket dengan postur pendek dan kecil, dan tangan kiri pelaku memegang sejenis pistol. Karena korban melihat pistol tersebut, korban kemudian melihat kakinya sudah mengeluarkan darah,” ujar Hadi.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version