Gubsu Edy Bicara Tidak Ada Prokes di Pesantren: Saya Takut Benar

Medan(MedanPunya) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menyoroti pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di pondok pesantren. Edy menyebut tidak ada penerapan prokes di pesantren.

“Itu pesantren sama sekali tak pakai (prokes) itu,” kata Edy saat rapat membahas penanganan pandemi virus Corona di Medan, Senin (7/2).

Edy meminta Kanwil Kemenag Sumut memperhatikan persoalan prokes di pesantren. Edy mengaku takut karena pesantren tak patuh prokes.

“Saya takut benar,” ucapnya.

Edy meminta semua sekolah di Sumut menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 50 persen. Dia menyebut PTM 50 persen ditujukan untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Pelajaran tatap muka dilaksanakan secara hybrid, 50 persen daring dan 50 persen luring mulai hari ini sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tuturnya.

Dia menyebut pertambahan jumlah orang yang terpapar virus Corona di Sumut meningkat secara drastis. Dia meminta semua pihak terus mematuhi protokol kesehatan.

“Sekarang 245 (pertambahan jumlah orang positif Corona pada 6 Februari 2022). Nanti tolong didiskusikan di sini,” ujar Edy Rahmayadi.

94 Siswa di Sumut Positif Corona dalam Sepekan

Anggota Tim Satgas COVID-19 Sumut dr Inke Nadia D Lubis mengatakan jumlah siswa di Sumut yang terpapar virus Corona meningkat. Ada 94 siswa positif Corona dalam sepekan terakhir.

“Dalam satu Minggu ini 94 kasus baru yang terdeteksi. Dibandingkan minggu sebelumnya hanya tujuh,” kata Inke saat rapat.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version