cache/resized/ebd1204bf289bfc3ecb923dc34edb77d.jpg
Kuala Lumpur(MedanPunya) Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan daftar ...
cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...

Medan(MedanPunya.Com) Ketua Forum Indonesia, Bangkat Irwan Daulay menyebutkan, Presiden Jokowi mestinya faham bahwa bangsa ini sudah lama terjebak dengan "secularism trap," yang telah menciptakan lingkaran setan persoalan bangsa. Menaikkan harga BBM subsidi tidak akan memberikan efek positif terhadap perekonomian nasional dalam jangka panjang, bahkan akan memperparah jurang kemiskinan.

"Sebaiknya Jokowi fokus kepada akar persoalan bangsa yaitu melemahnya self control akibat lingkungan yang sangat sekuler. Lingkungan sekuler menjadikan manusia "santapan" empuk bagi manusia yang lain," ungkap Irwan, Rabu (19/11).

Menurut Irwan, persoalan mendasar bangsa ini berada di seputar ideologi dan sistem hukum, ideologi dan sistem hukum yang kita anut dari sejak 17 Agustus 1945 ternyata gagal membangun sistem keadilan sosial dan kemerdekaan seluruh anak bangsa dalam mewujudkan cita-cita luhurnya yaitu keselamatan dunia dan akhirat.

"Sistem yang kita anut telah menjadikan pemerintah dengan rakyatnya saling melemahkan, korupsi, prostitusi, perjudian, narkoba merajalela. SDA bangsa ini hanya dinikmati segelintir orang karena budaya korupsi pengusaha dan penguasa," ungkapnya.

Supremasi hukum yang dijanjikan kata Irwan hanya bualan semata, korupsi yang telah menjadi budaya seakan menjadi benang kusut. Pencurian harta negara sudah melibatkan seluruh pihak secara sistematis dan massif bahkan oleh yang di tugasi untuk menjaga harta itu sendiri.

"Oleh karena itu Jokowi harus mempertimbangkan lagi keputusannya terkait kenaikan BBM subsidi, atau memang keberpihakan terhadap wong cilik hanya sebagai pemanis belaka ketika butuh terhadap suara," tegasnya.***wsp/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 737 kali