cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...
cache/resized/5d06ffba665f06f992039bd0f2e37cd1.jpg
Lubukpakam(MedanPunya) Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke ...

Medan(MedanPunya) Polisi menetapkan 2 orang sebagai tersangka terkait operasi tangkap tangan pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Belawan, Sumut. Total 28 orang yang diperiksa sebagai saksi atas kasus pungli pegawai Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Upaya Karya di Belawan.

"Keduanya berinisial SPM (39) dan FHS (36). SBM merupakan Sekretaris Primkop TKBM Upaya Karya dan FHS merupakan Bendahara Primkop TKBM Upaya Karya," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes (Pol) Rina Sari Ginting, Rabu (2/11).

Dari OTT pada Senin (31/10, polisi menyita uang tunai sebesar Rp 330 juta. Saat penggeledahan, polisi juga menemukan sabu.

"Kita juga ada mengamankan seorang berinisial ZP. Dia sebagai Kepala TU Koperasi TKBM. Di ruangan kerjanya kita temukan sabu seberat 0,30 gram," ujar Rina.

Saat ini ZP masih diperiksa intensif di Mapolres Pelabuhan Belawan terkait narkoba. Sementara, dua tersangka dugaan pungli, SPM dan FHS diperiksa di Mapolda Sumut.

"Jadi, terkait dugaan pungli, modusnya yaitu pengurus Koperasi TKBM Upaya Karya Pelabuhan Belawan meminta sejumlah uang pembayaran biaya bongkar muat kepada Perusahaan Bongkar Muat (PBM) dengan cara memaksa. PBM diharuskan membayar sejumlah uang sebagai biaya bongkar muat terhadap pekerjaan yang tidak dilakukan oleh buruh," terang Rina.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 781 kali