cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Medan(MedanPunya.Com) Anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus dijaga petugas Polda Sumut saat menghadiri pengukuhan dirinya sebagai anggota dewan, Senin (15/9).

"Saya minta izin dan dikawal enam orang petugas dari Polda. Macam teroris aja aku dibuat orang ini," katanya.

Hadir isteri Eveready dan dua anaknya yang masih remaja. Kemana Eveready bergerak, enam orang personil polisi berkemeja putih selalu mengelilinginya dalam jarak dua meter.

Eveready ditahan oleh Polda Sumut karena dilaporkan oleh perusahaan tempatnya bekerja dulu dengan dugaan penggelapan uang.

Menurut anggota Fraksi Gerindra ini, ia dan partainya telah mengajukan penangguhan penahanan. Namun, sampai saat ini belum dikabulkan.

Ia juga berharap dapat berbicara dengan bekas perusahaannya untuk mencari solusi atas permasalahan ini.

"Kalau aku punya salah, maunya duduk bersama. Inilah permohonan saya," ujarnya.

Eveready membantah tuduhan menggelapkan uang perusahaan. Menurutnya, uang sebesar Rp 200 juta sudah diserahkan kepada kuasa masyarakat yang tanahnya diambil-alih perusahaan.

"Ada buktinya. Surat tanah sudah kubalik-namakan ke perusahaan," ujarnya.***trb/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1138 kali