Selasa, 19 Jun 2018

Seribuan Nelayan Kepung DPR Minta Pengguna Pukat Trawl Dilarang

Senin, 05 Februari 2018 15:03
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Medan(MedanPunya) Seribuan nelayan dari berbagai daerah di Sumatera Utara turun ke jalan mengepung kantor DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol, Medan.

Mereka meminta anggota dewan menyelesaikan masalah penggunaan pukat trawl/pukat harimau oleh sejumlah pengusaha.

"Penggunaan pukat trawl itu merugikan kami nelayan kecil. Kalau dibiarkan, kami yang nelayan kecil ini tidak bisa mendapatkan ikan lagi," kata Ketua Masyarakat Tradisionil Batubara, Syawaladuin Pane, Senin (5/2).

Syawal mengatakan, selain mengganggu mata pencaharian nelayan tradisional, pukat trawl juga merusak biota laut. Terumbu karang di laut hancur diterjang jaring halus yang digunakan sejumlah pengusaha.

"Kami juga mempertanyakan peraturan menteri No71 itu. Kan sudah dijelaskan, ada sembilan pukat yang dilarang, tapi kenyataannya kenapa tidak ada pelarangan," ungkap Syawal.

Ia meminta Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti tegas atas penggunaan pukat trawl ini. Pengusaha-pengusaha yang nakal harus ditindak tegas.

"Kami minta pemerintah tegas lah. Harus dilarang penggunaan pukat trawl itu. Rusak semua dibuatnya pak," katanya.

Berdasarkan informasi diperoleh, dari Tanjung Balai saja ada 800 nelayan yang turun ke jalan. Dari Belawan, juga sudah ada ratusan nelayan yang datang menumpangi sedikitnya 10 angkutan kota.

Suasana di DPRD Sumatera Utara begitu ramai dan padat. Nelayan yang turun ke jalan teriak-teriak sembari membentangkan spanduk dan poster kecaman.***trb/mpc/bs

Dibaca 155 Kali