Minggu, 22 Juli 2018

Terbelit Kasus Jual Beli Tanah, 2 Anggota Keluarga Alm Marah Halim Berstatus Tersangka

Selasa, 17 April 2018 15:14
Beri Rating Berita Ini
(0 votes)

Medan(MedanPunya) Faisal Amri Pohan dan M. Akbar Siregar yang merupakan dua anggota keluarga dari Mantan Gubernur Sumatera Utara alm. Marah Halim Harahap menjadi tersangka dalam kasus dugaan penipuan pada perikatan untuk jual beli tanah seluas 2.250 meter persegi di Jalan Putri Hijau Medan yang berada di dalam kompleks TVRI Sumut.

Perikatan untuk jual beli tanah tersebut terjadi antara pembeli atas nama Suhendra dengan Faisal dan Akbar.

Sebelumnya atas laporan Lp. nomor 1265/X/2017/SPKT I dengan pelapor bernama Suhendra, Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut telah menahan Faisal Amri Pohan dan M. Akbar Siregar sejak beberapa waktu yang lalu dalam kasus dugaan penipuan pada perikatan untuk jual beli tanah antara Suhendra dengan Faisal dan Akbar.

Namun Menurut Beby Pohan selaku cucu alm. Marah Halim Harahap, kasus yang melilit kedua keluarganya terkait perikatan untuk jual-beli tanah yang berada di dalam kompleks TVRI Sumut tersebut seharusnya menjadi kasus perdata dan bukanlah kasus pidana.

"Kasus ini sebenarnya kasus perdata dan bukan pidana," ujarnya.

Lantas Beby pun mempertanyakan kenapa kasus ini jadi kasus pidana.

"Lalu kenapa pihak kepolisian menjadikan kasus ini menjadi kasus pidana?" ujarnya.

Selain lewat kuasa hukumnya, Beby Pohan dan keluarga juga mencoba Untuk mengupayakan penangguhan dua anggota keluarganya dengan melakukan audiensi ke Rumah Aspirasi Romo Center, Selasa (17/4).

"Hari ini saya mau audiensi ke Rumah Aspirasi Romo Center Jl. Bunga Baldu II No.25," ujarnya.

Sementara itu, menurut kuasa hukum keluarga alm. Marah Halim Harahap, Hamdani Harahap, pelapor seharusnya tidak lagi membawa masalah ini ke ranah pidana karena uang panjar yang disepakati di awal sudah dikembalikan.

"Karena panjar telah dikembalikan uangnya, sehingga dia tidak ada lagi hak mempersoalkannya untuk jual beli berikutnya. Tapi oleh Polisi itu dianggap jadi bukti permulaan," jelasnya.

Dengan masih ditahannya Akbar dan Faisal selaku keluarga dari Alm. Mara Halim Harahap, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya pun mencoba mengirimkan surat penangguhan penahanan kepada Direskrimum Polda Sumut.

"Kita kirimkan dulu surat permohonan penangguhan penahanan kepada Direskrimum Polda Sumut," ujar Hamdani Harahap selaku Penasihat Hukum Beby Pohan dan keluarga.

Menurut Hamdani Harahap yang juga merupakan Direktur Lembaga Advokasi Umat Islam MUI Sumut, pengiriman surat permohonan menjadi langkah pertama yang mereka ambil sebelum melakukan langkah-langkah selanjutnya.

"Langkah pertama yang kita lakukan, mengirimkan surat permohonan penangguhan penahanan kepada pihak Polda Sumut. Setelah ini kita pertimbangkan langkah selanjutnya," pungkasnya.***trb/mpc/bs





Dibaca 104 Kali