cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...
cache/resized/d62aab24d5771b45119d776c93896d07.jpg
New York(MedanPunya) Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, dipenuhi gelak tawa ketika ...

Medan(MedanPunya) Andre Sabana (26) dan Marul (30), warga Pondok Jamur Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, dihakimi massa saat gagal melakukan aksi pembegalan di Jalan Medan - Binjai.

Korban pembegalan tersebut bernama Winda (22) berjenis kelamin perempuan, warga Jalan Nuri Binjai Timur dan Angga (25) warga Binjai. Diketahui Winda dan Angga adalah sepasang kekasih yang baru usai berbuka puasa di Sekitar Jalan Ringroad Medan.

Kapolsek Sunggal, Kompol Wira Prayatna mengatakan bahwa aksi pelaku digagalkan warga sekitar karena korban berteriak saat kedua pelaku beraksi.

"Saat kedua pelaku beraksi pada Selasa malam, kedua pelaku langsung memepet sepeda motor korban dan kemudian korban langsung berteriak, hingga di dengar warga sekitar Jalan Medan Binjai, depan Pabrik Getah," ucapnya.

Pada aksinya tersebut, kedua pelaku sempat mengacungkan senjata tajam berupa parang dan merampas tas milik korban bernama Winda.

"Saat kedua pelaku merampas tas sandang tersebut, kemudian pelaku lari ke Jalan Sei Mencirim dan kemudian warga mengejar kedua pelaku," ungkapnya lagi.

Saat pengejaran tersebut, kedua pelaku akhirnya tertangkap karena terjatuh dari sepeda motornya terus dan menjadi amukan massa asli. Karena telah dihakimi massa, kedua pelaku dibawa ke Polsek Sunggal guna pemeriksaa lebih lanjut.

"Kedua pelaku sudah diamankan, dan sedang menjalani pemeriksaan," pungkasnya.***trb/mpc/bs




  • 0 komentar
  • Baca 497 kali