cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Medan, (MedanPunya) - Bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak perlu khawatir terhadap pelayanan, terutama peserta BPJS Kesehatan di saat libur lebaran 2018 ini. Karena peserta tetap berhak atas jaminan pelayanan kesehatan dengan prosedur yang sudah disepakati dengan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan saat libur lebaran tahun 2018 (H-8 sampai H+8 atau 7-23 Juni).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan dr Ari Dwi Aryani mengatakan, untuk peserta JKN-KlS yang menjalani mudik, apabila membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota dapat memperoleh pelayanan kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut.

"Prinsip portabilitas pada Program JKN-KIS bisa dirasakan saat-saat mudik lebaran. Sesuai dengan peraturan perundangan dan yang selama ini sudah berjalan, peserta yang berada di luar kota dan tidak menetap dalam jangka waktu lama, dapat mengakses pelayanan kesehatan di FKTP, walaupun peserta itu tidak terdaftar di FKTP tersebut. Hal tersebut juga sudah menjadi bagian dari perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dan faskes, dan faskes tidak diperkenankan menarik biaya tambahan," tegas Ari Dwi Aryani dalam konferensi pers bertema Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan, Senin (4/6) di Medan.

Dijelaskannya, kewajiban melayani peserta dari luar wilayah saat libur Iebaran juga berlaku bagi FKTP Non Puskesmas (Klinik Pratama dan Dokter Praktek Perorangan) yang membuka praktek pelayanan kesehatan. Apabila tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur Iebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka Iayanan FKTP maka peserta dapat dilayani di IGD Rumah Sakit untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

"Pada keadaan kegawatdaruratan seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS. Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis yang jelas berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, maka akan dijamin dan dilayani serta fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik iuran biaya dari peserta," tegas Ari lagi.

Oleh karenanya, para peserta JKN-KlS yang sedang mudik diimbau untuk selalu membawa Kartu JKN-KIS.

“Penting diketahui bahwa pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS dengan status kepesertaan aktif. Karena itu, mohon agar peserta memastikan telah membayar iuran dan disiplin membayar iuran agar status kepesertaannya selalu aktif. Untuk mengecek iuran peserta, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Dalam Mobile JKN peserta juga dapat melihat daftar fasilitas kesehatan terdekat yang bisa dikunjungi saat membutuhkan pelayanan kesehatan," jelasnya.

Untuk memastikan kelancaran peserta dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan, BPJS Kesehatan juga telah meluncurkan Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat didownload secara gratis di Google Play Store untuk perangkat Android. Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting. Alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan.

Di samping itu, selama libur Iebaran 2018, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care center 1500 400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari minggu dan libur, untuk memperoleh informasi, melakukan pengaduan, melakukan konsultasi kesehatan, memperoleh pelayanan administrasi peserta JKN-KlS (mutasi dan aktivasi), pendaftaran peserta JKN-KIS, pendaftaran bayi baru lahir kategori PPU anak pertama sampai dengan anak ketiga dan bayi peserta PBl-APBN serta mengetahui perhitungan denda pelayanan. Kantor Cabang BPJS Kesehatan tertentu juga akan tetap beroperasi pada tanggal 11, 12, 13. 14, 18. 19. dan 20 Juni 2018 dari pukul 08.00 12.00.

Ditambahkannya, untuk kasus emergency ditentukan hasil diagnosa dokter. Mengenai pelayanan prinsipnya sesuai indikasi medis dan pulang karena sembuh, meninggal atau pasien minta pulang.

Sementara Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Medan Masrita SKM MKes mengatakan tujuan pelayanan diberikan ini agar masa liburan ini pelayanan kesehatan tetap terlayani kepada masyarakat.

Dijelaskannya, libur Lebaran tahun ini cukup panjang dimulai 11 sampai 20 Juni. 15 dan 16 Juni Lebaran dan cuti bersama. Pelayanan sampai 9 Juni masih biasa di Puskesmas. Tanggal 11 sampai 14 Juni sebagai cuti bersama dan 18 sampai 20 Juni juga cuti bersama. Maka Puskesmas rawat jalan buka mulai pukul 08.00 sampai pukul 11 WIB yaitu poli umum dan rujukan. Kalau rawat inap maka sisanya pelayanan sampai besok pagi.

"Saat lebaran pertama dan kedua, Puskesmas rawat jalan pelayanan emergency pukul 09.00 sampai 13.00 WIB. Puskesmas rawat inap tetap buka 24 jam. Bila emergency tak perlu rujukan dan bisa ke IGD RS. Pelayanan emergency juga tetap dilakukan di pospam mudik lebaran," ujar Masrita.

Masrita menegaskan untuk kasus emergency tak pernah pakai rujukan selama penyakit masuk emergency dan rumah sakit juga tak minta rujukan. Untuk diagnosanya ditentukan dokter di IGD apakah termasuk emergency.

Ia juga menambahkan untum di Pospam Mudik, dinas kesehatan menyiapkan 1 ambulans dan 1 dokter serta 1 perawat.
"Kalau perlu rujukan akan dilanjutkan ke rumah sakit," ujar Masrita.

Kepala Puskesmas Teladan dr Kuspuji mengatakan, Puskesmas akan membagi petugas sesuai yang ditentukan dinas kesehatan, baik di jadwal cuti bersama dan lebaran. "Puskesmas Teladan tetap jaga 24 jam untuk pelayanan emergency," katanya.

Sedangkan direktur RS Islam Malahayati dr Muhammad Fahdhy SpOG MSc mengatakan, pelayanan emergency dan non emergency tetap berjalan seperti biasa. IGD tetap berjalan meski hari libur.

"Emergency tak perlu rujukan. Hari rawatan tergantung kondisi pasien," katanya. (fit)

  • 0 komentar
  • Baca 366 kali