cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Medan(MedanPunya) Tim Pegasus  Curat, Curas, Curanmor dan Narkoba (3CN) Polsek Medan Area baru-baru ini berhasil meringkus seorang pria pencuri spesialis rumah kosong bernama Suhartono (43) alias Tonot.

Pria warga Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang ini ditangkap saat sedang duduk-duduk di terminal bus Angkutan Kota (angkot) Jalan Jermal XII ujung, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang.

Kapolsek Medan Area Kompol Jesmi Girsang mengungkapkan, penangkapan Tonot berawal dari adanya pengaduan salah seorang warga Jalan Ikhlas Nomor 4, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, yang mengaku rumahnya disatroni maling pada 15 Juni 2018 lalu sekitar pukul 18.00 WIB.

Harta dari dalam rumah berupa emas dalam bentuk batangan dan perhiasan senilai kurang lebih Rp 300 juta sukses dibawa kabur sang maling.

"Penangkapan tersangka Suhartono alias Tonot ini berdasarkan LP/447/K/VI/2018/Polsek Medan Area tanggal 18 Juni 2018 oleh pelapor atas nama Ali Wardhana. Pelapor mengaku bahwa rumahnya dibobol maling, yang diduga masuk dari jendela samping rumah. Barang-barang berharga dari dalam lemari kamar pelapor berupa emas dan perhiasan senilai Rp300 juta hilang," ungkap Jesmi, Rabu (8/8).

Unit Reskrim Polsek Medan Area menyelidiki kasus tersebut, dan alhasil mendapati Tonot sebagai terduga kuat pelaku.

Tim Pegasus kemudian melakukan hunting dan akhirnya menemukan Tonot sedang duduk di terminal angkot Jalan Jermal XII ujung, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Jumat (3/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Tonot pun langsung diamankan.

Saat diinterogasi, lanjut Jesmi, Tonot mengaku sebagai pencuri yang membobol rumah milik Ali Wardhana. Hasil curian telah ia pergunakan untuk membeli satu unit angkot dan sebidang lahan garapan. Dari badan Tonot, polisi mendapatkan satu paket sabu-sabu.

Tim Pegasus, yang kala itu dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu P Hutagaol, selanjutnya mengiring Tonot ke rumahnya guna mencari barang bukti lainnya. Saat polisi tengah sibuk menggeledah rumahnya, Tonot malah mencoba kabur, sehingga terpaksa ditembak kakinya.

"Pada saat tim ingin mencari BB (barang bukti) lain milik korban, tersangka berusaha melarikan diri. Diberikan tembakan peringatan, tidak diindahkan, sehingga terpaksa kita lumpuhkan," ujar Jesmi.

Sebelumnya di rumah Tonot, polisi berhasil menemukan sebuah kalung emas bermata berlian.

"Kepada penyidik, tersangka mengakui perbuatannya. Untuk diketahui, tersangka Suhartono alias Tonot ini adalah residivis kasus pencurian rumah kosong, yang sudah berulang kali masuk penjara," tambah Jesmin.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi meliputi satu plastik klip berisi serbuk putih diduga sabu-sabu, satu unit mobil angkot KPUM trayek 53 bernomor polisi BK 1854 DF beserta Buku Pemilik Kendaraan Bermotor mobil angkot tersebut, serta sebuah kalung emas bermata berlian.***trb/mpc/bs




  • 0 komentar
  • Baca 439 kali