cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

Medan(MedanPunya) Seorang bayi prematur yang meninggal dunia Jumat (2/11) lalu di RSUP Haji Adam Malik Medan. Permaslahan timbil karena baiaya perobatan yang mencapai Rp 50 juta, tertunggak.

Sebelumnya, sempat terjadi polemik lantaran status si bayi yang menggunakan umum dan pihak keluarga tidak sanggup membayar biaya rumah sakit yang mencapai puluhan juta dan hanya sanggup membayar Rp 1 juta rupiah saja.

Setelah dicarikan berbagai macam solusi untuk kebaikan bersama, akhirnya permasalahan tunggakan bayi malang tersebut.

Kasubbag Humas RSUP Adam Malik Medan, Rosario Dorothy,  membenarkan bahwa permasalahan tunggakan biaya tersebut telah selesai.

"Bayi prematur yang sudah meninggal dunia, permasalahannya sudah selesai. Kira carikan jalan keluar, karena keluarga tidak punya biaya," kata Rosa, Selasa (6/11).

Rosa menjelaskan, karena status bayi umum kendala biaya sempat jadi permasalahan. Kebetulan KTP ibunya domisili Kota Medan dan di carikan solusi untuk penyelesaian. Jadi Medan punya program Jaminan Persalinan (Jampersal) dengan RSUP Haji Adam Malik dan si ibu bayi diarahkan untuk kesitu.

"Kita masukkan dia ke Jampersal. Jadi tagihannya yang hampir Rp 50 juta rupiah di RSUP Haji Adam Malik, kita tagihkan ke Dinas kesehatan Kota Medan lewat program Jampersal," terang Rosa.

"Bayinya sudah dibawa pulang Jumat (2/11) sekitar pukul 16.00 kemarin. Saat itu permasalahan tunggakan biaya telah selesai. Jenazah bayi sudah dibawa untuk dimakamkan di Sidamanik," tutup Rosa.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 25 kali