cache/resized/ebd1204bf289bfc3ecb923dc34edb77d.jpg
Kuala Lumpur(MedanPunya) Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan daftar ...
cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...

Medan(MedanPunya) Walau tindak pidana penipuan dan penggelapan bermodus pura-pura meminjam tergolong klasik, tetapi masih ada saja masyarakat yang bisa teperdaya. Seperti halnya Anna br Bangun (58), penduduk Dusun II, Desa Tengah, Kecamatan Pancurbatu.

Ia merelakan sepeda motor Honda BeAT BK 4831 AHE warna merah miliknya dipinjam oleh Chandra Wijaya Tarigan (23), seorang pengangguran. Alasan Chandra kala itu, yakni hendak pergi membeli nasi untuk makan siang.

Alih-alih membeli nasi, Chandra justru pergi menjual sepeda motor Anna kepada penadah. Kesal sepeda motornya tak kunjung kembali, Anna pun melaporkan Chandra ke Polsek Pancurbatu.

"Korban melapor ke kita hari Jumat (2/11) lalu. Namun, kejadian yang dilaporkan berlangsung tanggal 27 Oktober 2018," ungkap Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chaniago melalui Kanit Reskrimnya Iptu Suhaily Hasibuan, Selasa (6/11).

Saat penyelidikan, lanjut Suhaily, keberadaan Chandra tercium di salah satu hotel di Jalan Letjen Jamin Ginting, Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu, Senin (5/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Tanpa buang waktu, Chandra langsung disergap dan digiring ke mako.

Dari pemuda bertato ini, petugas mengamankan kaos oblong warna cokelat dan celana panjang jin warna hitam yang dikenakan Chandra saat ditangkap, serta dompet berisi uang tunai berjumlah Rp 25 ribu.

"Di hadapan penyidik, tersangka mengakui perbuatannya dan telah menjual sepeda motor korban seharga Rp 1,5 juta kepada penadah. Kita sudah kantongi identitas penadahnya," ujar Suhaily.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 64 kali