cache/resized/ebd1204bf289bfc3ecb923dc34edb77d.jpg
Kuala Lumpur(MedanPunya) Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan daftar ...
cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...

Medan(MedanPunya) Taufik Hidayat alias Dapit (31) warga Jalan Air Bersih Ujung, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai dan Indra Wiyanto Pratama Nasution (31) warga Jalan Seksama Gang Jati Bamban, Kelurahan Sitirejo III, Medan Amplas, kini mendekam di balik jeruji besi Polsek Sunggal.

Pasalnya kedua pelaku diduga mencuri uang dengan cara menukar ATM warga yang hendak mengambil uang.

Informasi yang dihimpun melalui Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang diketahui oleh korban pada hari Kamis (27/12/2018) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Korban mengalami kerugian Rp 12 juta, 799 ribu, pada Rabu (26/12/2018) lalu. Saat itu korban menyuruh saksi untuk mengambil uang melalui counter atm di samping SPBU Jalan Sei Mencirim Desa Payageli Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang,"vujarnya, Rabu (9/1).

Ketika saksi yang bernama, Rezky Mulia (23), sambung Yasir, masuk ke ruang atm dan memasukkan kartu ATM bank Mandiri milik korban (Iyan Suhadi) namun tersangkut.

"Si Rezky ini mencoba menggunakan mesin ATM BNI tapi tetap saja kartu ATM Mandiri tersebut tidak bisa digunakan karena sangkut juga. Ia pun meninggalkan bilik ATM tersebut, lalu seorang pelaku R (DPO) menghampirinya dan menawarkan bantuan cara menggunakan kartu ATM tersebut," jelas Yasir.

Saat saksi tersebut mau memasukkan kembali, dikatakan Yasir, kartu ATM tersebut telah ditukar oleh pelaku yang DPO.

"Sementara si pelaku R (DPO) langsung meninggalkan saksi di ruangan ATM. Tidak sampai di situ, pelaku lain yang bernama Taufikenghampiri si saksi untuk menawarkan bantuan dan menuntunnya agar memberikan nomor pin ATM tersebut. Pelaku Taufik langsung meninggalkan ruangan ATM," kata Yasir.

Ketiga pelaku kemudian meninggalkan TKP dengan menggunakan mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi 1144 EB.

"Untuk peran si Indra sendiri ia bertugas mengambil uang atau mencairkan uang tersebut. Setelah kami lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku. Hasil interogasi kami bahwa pelaku sudah tujuh kali beraksi," jelasnya.

Adapun lokasi aksi para pelaku yang berhasil dihimpun yakni, di Jalan Sei Mencirim, Desa Payageli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang pada bulan Oktober 2018.

Dua kali beraksi Jalan Binjai KM 13,5 di samping Dunkin' Donuts pada bulan Oktober dan November 2018. Dua kali beraksi di SPBU daerah Binjai Kotamadya Binjai pada bulan Oktober 2018 lalu.

Di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal pada bulan November dan daerah Marelan di lokasi SPBU pada bulan Oktober 2018 lalu.

Dari tangan pelaku petugas berhasil amankan barang bukti berupa dua unit HP merk Samsung, satu buah Topi berwarna hitam, satu kota kecil tusuk gigi, satu unit mobil merk Avanza berwarna hitam BK 1144 EB.

20 buah kartu ATM berbagai bank mulai dari BNI, BRI, Mandiri, Mandiri Syariah, BCA, CIMB Niaga.

Satu buah flashdisk yang berisikan CCTV tindak pidana, satu buah buku tabungan atasnama CV Karya Sejahtera dan satu buah kartu ATM.

Untuk profesi Taufik yakni sebagai tukang servis AC. Dan Indra sebagai pengemudi taksi online.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 20 kali