cache/resized/ebd1204bf289bfc3ecb923dc34edb77d.jpg
Kuala Lumpur(MedanPunya) Saat Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan daftar ...
cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...

Medan(MedanPunya) Musisi jalanan babak belur dan nyaris dibakar massa, setelah ditangkap warga menjambret tas berisi ponsel milik seorang ibu rumah tangga, yang baru pulang menjemput anaknya dari sekolah.

Pabeng Pandiangan (35) warga Pasar Bengkok, Jalan William Iskandar Medan, Sumatera Utara ditangkap warga usai menjembret tas berisi HP milik Trili di Jalan Mustapa Medan, Rabu (9/1).

Warga yang emosi dengan pelaku, langsung menghajarnya hingga babak belur. Pengamen yang kerab mangkal di persimpangan jalan Aksara Medan ini nyaris dibakar massa.

Berutung personel Polsek Medan Timur yang melakukan patroli tiba di lokasi dan langsung mengamankan tersangka.

Korban jambret mengaku, saat itu baru pulang menjemput anaknya dari sekolah dengan mengendarai sepeda motor.

Saat di Jalan Mustapa, pelaku bersama temannya bernama Rian yang masih buron, memepet korban dan merampas tas berisi HP.

"Saya bersama ponaan di pepet oleh pelaku yang juga naik kerata. Tas saya dirampasnya. Kemudian mereka (tersangka) kabur," kata korban Trili warga Jalan Jemadi.

Warga yang mendengar teriakan korban, langsung mengejar keduanya hingga akhirnya ditangkap di jalan Sampali, Medan.

"Tersangka ditangkap warga langsung dihajar dan nyrais dibakar. Hp milik saya ditemukan di saku celananya." ujarnya.

Kapolsek Medan Timur, Kompol Muhammad Arifin membenarkan bahwa ada pelaku penjambretan yang babak belur di hajar massa.

"Benar, ada pelaku jambret yang kita amankan. Dalam kondisi babak belur dan mengeluarkan banyak darah, tersangka kemudian diboyong ke Polsek Medan Timur oleh petugas, berikut barang buktinya HP merek Xiaomi," kata Arifin.

Sementara itu, kepada petugas tersangka mengaku merampas tas berisi HP korban bersama temannya Rian yang berhasil kabur saat ditangkap.

"Bukan saya yang mengambil tas koban pak, tapi teman saya namanya Rian," kata Pabeng.

Pria penuh tato di tubuh ini juga mengaku hanya sebagai pengamen dan penjaga malam gedung bekas Aksara Plaza yang terbakar.

"Saya pengeman dan penjaga malam di bekas gedung aksara. Sepeda motor yang digunakan pinjam dari teman," paparnya.

Polisi hingga kini masih mengejar rekan tersangka bernama Rian yang berhasil kabur saat ditangkap warga.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 22 kali