cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...
cache/resized/5d06ffba665f06f992039bd0f2e37cd1.jpg
Lubukpakam(MedanPunya) Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melakukan kunjungan kerja ke ...

Medan(MedanPunya) Kasus pencabulan yang dilakukan oleh Yuda Aswin alias Amat (34) terhadap anaknya sendiri, sungguh sangat memprihatinkan.

Amat tampaknya tidak berfikir panjang hingga tega melampiaskan nafsunya, kepada kedua anak kandung perempuannya yang masih belia yaitu SAN (10) dan NSN (9) tahun.

Warga Dusun XI Jalan Medan Batang Kuis Pondok I Desa Bandar Klippa Percut Sei Tuan, yang sehari-harinya bekerja sebagai supir Pikap, telah melakukan aksinya sejak tahun 2015 dan terakhir kali dilakukan oleh tersangka Amat pada (1/12/2018).

Pascapenangkapan tersangka Amat, Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan bahwa Polrestabes Medan terus berusaha, untuk memberikan perawatan intensif untuk memulihkan kondisi psikologis si anak.

"Untuk mengembalikan psikologi anak tersangka, kita melakukan penanganan khusus," kata Putu, Selasa (12/2).

"Anaknya ini bijak, makanya bagaimanapun kita akan usahakan agar psikologisnya tidak terganggu," tambahnya.

Lebih lanjut, Putu mengungkapkan bahwa sebenarnya kasus ini menarik. Karena biasa kasus seperti ini yang melakukan pencabulan adalah ayah tiri. Namun ini yang melakukan malah ayah kandung, hingga miris mendengarnya.

"Yang jelas, kita bakal tetap mengusahakan psikologis anak tidak terganggu," jelas Putu.

Untuk diketahui, perbuatan tidak senonoh itu, telah terjadi sejak tahun 2015 dan terakhir kali dilakukan oleh tersangka Amat pada (1/12/2018).

Kemudian pada tahun 2017 silam, dimana hari dan tanggal yang sudah tidak diingat lagi. Pelapor R (36) yang tak lain adalah istri pelaku, pada saat itu baru saja bangun tidur.

Pelapor melihat SAN dalam keadaan menungging dan tersangka Asmat menggesek-gesekan kemaluannya ke arah anus SAN. Melihat hal tersebut, emosi R memuncak dan langsung marah. Hingga terjadi percekcokan antara R dan tersangka Amat.

Hal yang paling membuat hati R hancur, tatkala pada (1/12/2018) sekitar pukul 07.00 WIB, SAN mengatakan kepada R bahwa tadi pagi jam 03.00 WIB, tersangka Amat menggesek-gesekan batang kemaluannya ke anus kemaluan korban.

Mendengar hal tersebut, kemudian pelapor R langsung menginterogasi kedua anaknya yang bernama SAN dan NSN. Mereka berdua menceritakan bahwa tersangka Amat sering menyuruh kedua anaknya untuk mengocok kemaluannya.

Tersangka Amat juga menyuruh mereka berdua untuk menghisap kemaluannya dan tersangka Amat juga menjilat-jilat kemaluan SAN dan NSN. Kemudian menggesek-gesekkan batang kemaluannya kelamin korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka Amat menerangkan bahwa sejak anak-anaknya masih bayi hingga saat ini, tersangka Amat sering menurunkan celana anak-anaknya, kemudian ia menepuk-nepuk pantat kedua anaknya. Tersangka Amat juga selalu membuka celananya hingga telanjang dan memakai kain sarung di depan anak-anaknya.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 19 kali