cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Medan(MedanPunya) Beberapa waktu belakangan ini, banyak masyarakat menerima pesan singkat melalui seluler (SMS) yang berisi ajakan MUI untuk mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019.

Adapun isi SMS itu berbunyi 'MUI mengajak semua ummat bersatu mendukung jokowi pada pilpres 2019'. Pesan SMS itu dikirim dari nomor handphone 08116656010 secara acak ke masyarakat.

Namun saat coba dihubungi, nomor tersebut tidak aktif. Menanggapi SMS ini, baik MUI Sumut maupun MUI Medan menyatakan tidak mengetahui.

Pasalnya menurut Sekretaris MUI Sumut, Ardiansyah, secara kelembagaan pihaknya melalui rapat koordinasi di MUI Pusat tidak ada mengeluarkan instruksi apapun untuk mendukung Paslon Presiden atau Partai Politik (Parpol) yang berkaitan dengan Pilpres dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

"Ini disampaikan secara resmi oleh Sekjend MUI Pusat melalui rapat resmi dan pesan Whatsapp ke seluruh pengurus MUI yang harus diikuti oleh MUI se Indonesia, bahwa sampai hari ini saya pastikan tidak ada memberi dukungan pada siapapun dan wajib untuk netral," kata Ardiansyah, Selasa (12/2).

Namun kata Ardiansyah, pihaknya tidak melarang jika ada individu di MUI yang menyatakan dukungan terhadap salah satu paslon secara pribadi.

"Artinya MUI tidak memberikan pembenaran terhadap itu. Kalau ada pernyataan dari si pulan atau si pulan lainnya maka itu adalah pribadi. Jadi isi pesan yang menyebar ke warga itu bukan dari MUI," ungkap Ardiansyah.

Lebih lanjut, Ia menghimbau kepada umat Islam khusus yang menerima isi pesan kebohongan itu untuk klarifikasi terlebih dahulu sesuai himbauan Al Quran dan Hadist yakni jika ada kabar dari orang fasiq, maka harus bertabayun.

Tidak mempercayai berita yang masuk apakah itu berbentuk tulisan, foto atau potongan video dan harus ditanyakan ke pihak yang tepat dan memiliki pengetahuan tentang hal tersebut.

Kemudian umat juga harus waspada dalam segala bentuk berita kecuali yang sudah diklarifikasi oleh pigak berwenang atau sudah dibahas secara luas di media atau televisi agar tidak terjebak oleh berita hoax atau bohong.

Terpisah, Ketua Umum MUI Kota Medan, Prof M Hatta menyatakan MUI tidak ada memberi instruksi atau ajakan untuk mendukung calon mana pun yang kaitannya dengan Pemilu 2019.

"Itu hoax, berita bohong. MUI tetap bersikap independen," kata Hatta.

"Tidak ada instruksi yang mengatasnamakan lembaga," tambahnya.

Masih kata Hatta, ia juga meminta umat Islam tidak terpengaruh dengan berita hoax tersebut, tapi tetap gunakan pemilu untuk memperkokoh rasa persaudaraan sehingga menghindari dari prasangka fitnah dan hoax.

"Gunakan hak pilih dengan baik jadikan pemilu sebagai kegiatan demokrasi untuk memperkokoh kualitas keumatan kita dengan memilih calon-calon yang juga berkualitas," ucap Hatta.

"Sesuai himbaun Al Quran dan Hadist. Jangan memilih kucing dalam karung, perhatikan jejak rekamnya dan visi misinya," jelas Hatta.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 93 kali