cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Medan(MedanPunya) Densus 88 Anti Teror melakukan penggerebekan di Kota Sibolga. Sempat terdengar suara ledakan bom di lokasi kejadian, saat penggerebekan itu dilakukan, pada Selasa (12/3) siang.

Berdasarkan informasi dihimpun, penggerebekan terjadi di rumah seorang warga di Jalan Cendrawasih Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga sekitar pukul 14.30 WIB.

Sehari berselang, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memberikan kuliah umum di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan.

Usai acara, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dr Dedi Prasetyo memberikan keterangan terkait perkembangan kasus terorisme yang terjadi di Kota Sibolga.

"Jadi yang diamankan di Sibolga tiga orang, ini merupakan rangkaian penangkapan dari pelaku terorisme R alias P yang ada di Lampung Sabtu (9/3) kemarin," kata Brigjen Dedi di kampus UMSU, Rabu (13/3).

Dedi menuturkan bahwa di Lampung Tim Densus 88 juga menemukan bom, cuma bom di Lampung, bom lontong tidak sebanyak yang ada di Sibolga. Karena yang di Sibolga cukup banyak dan sudah terakit maupun yang belum terakit.

"Tujuan mereka melakukan aksi ini, untuk melakukan Amaliyah. Sasarannya adalah aparat keamanan," ungkap Dedi.

Dedi menuturkan bahwa di Lampung Tim Densus 88 juga menemukan bom, cuma bom di Lampung, bom lontong tidak sebanyak yang ada di Sibolga. Karena yang di Sibolga cukup banyak dan sudah terakit maupun yang belum terakit.

"Tujuan mereka melakukan aksi ini, untuk melakukan Amaliyah. Sasarannya adalah aparat keamanan," ungkap Dedi.

Ditanya apakah ada terkait dengan pemilu, Dedi kembali menegaskan bahwa dalam hal ini khusus untuk kasus terorisme yang kita ungkap tidak ada kaitannya pemilu.

"Presiden akan tetap hadir. Situasi sudah aman dan terkendali. Saya pastikan tim terus bekerja dan kami mengimbau kepada masyarakat untuk tenang yakinkan kepada aparat keamanan," imbau Dedi.

Untuk diketahui, ledakan ini terjadi sebelum kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sumut. Dari jadwal yang beredar, Jokowi akan datang ke sejumlah titik termasuk Sibolga.

Jokowi akan berkunjung ke Sumut pada 15-17 Maret 2019. Pada hari pertama, Jokowi akan menghadiri sejumlah agenda di Sumut. Diantaranya adalah peresmian Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) di Batubara.

Pada 17 Maret , Jokowi akan melanjutkan agendanya di Sibolga. Capres nomor urut 01 itu juga akan menghadiri silaturahmi dengan tokoh adat setempat.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 53 kali