cache/resized/2011b1049d0c18fe2b9110914ddd5daa.jpg
Idlib(MedanPunya) Anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan dijejer di jalan dan ...
cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...

Medan(MedanPunya) Rumah tahanan (Rutan) Wanita Tanjung Gusta Medan menolak seorang tahanan bernama Auryn Kenekeysia (23) warga Jalan Damar, Perumnas Simalingkar, Selasa (12/3) kemarin.

Auryn ditolak usai menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat mengalami keguguran. Akibatnya, wanita yang menjadi terdakwa dalam kasus perampokan itu masih berada di Kejari Medan.

"Kami juga masih bingung. Karena mau dibantarkan juga tidak bisa karena ini kan tahanan hakim. Sementara Rutan menolak tahanan ini dengan berbagai alasan, " kata Kasi Pidum Kejari Medan Parada Situmorang, Rabu (13/3).

Parada menjelaskan awalnya pada Selasa pagi, Auryn dibawa ke rumah sakit Royal Prima oleh petugas Rutan wanita untuk mendapat peratawan. Tak lama kemudian Kejari Medan mengutus Christina Natalia selaku jaksa penuntut umum dalam kasus itu.

"Nah kemudian diserahterimakan lah tahanan itu ke jaksa kita. Disana jaksa kita mendampingi tahanan itu untuk mendapatkan pertolongan medis karena mengalami keguguran," urai Parada.

Usai mendapat perawatan dan diyakini kondisi tahanan sudah membaik, JPU pun membawa Auryn yang didampingi orangtuanya itu kembali ke Rutan Wanita.

Namun ternyata pihak Rutan menolak menerima Auryn dengan memuat berita acara penolakan.

"Sudah di USG, janinnya sudah bersih dan sudah disuntik juga. Akhirnya karena pihak keluarga dan terdakwa menolak dilakukan kuret, mereka diperbolehkan pulang," ujarnya.

"Masalahnya saat kita antar pulang, pihak Rutan menolak. Kami mempertanyakan dasar hukum pihak Rutan menolak tahanan itu. Padahal sesuai ketetapan pengadilan, dia (Auryn) merupakan tahanan hakim," ungkap Parada.

Kejari Medan belum berani membantarkan wanita itu ke rumah sakit lantaran belum ada penetapan dari pengadilan.

"Di satu sisi kami juga mempertanyakan dasar hukum Rutan menolak tahanan ini, Kalau ada penetapan pembantaran dari hakim, JPU ada dasar hukum untuk merawat tahanan tersebut. Nah karena tidak ada, serta tahanan minta pulang dan menolak dikuret maka kami antar ke Rutan" jelas Parada.

Terpisah, Humas Kanwil Kemenkumham Sumut Josua Ginting mengaku belum menerima laporan ini.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 8 kali