cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Medan(MedanPunya) Arif Suari Tarigan (28) terpaksa harus merasakan pukulan bertubi-tubi yang dilayangkan oleh massa hingga membuat tubuhnya berdarah-darah.

Arif ketahuan mencuri Handphone (HP) di Jalan Besar Tembung, Dusun I Nomor 67, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan.

Setelah babak belur di hajar massa, Arif harus menjalani proses hukum di Polsek Percut Seituan, karena ulah yang dibuatnya tersebut.

Panit Reskrim Polsek Percut Seituan Ipda Supriadi mengatakan, pelaku yang tinggal di Jalan Jawa Lingkungan VIII, Desa Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kabupaten Tanjung Balai.

Saat itu, korban yang bernama Abdul Rahman (54) mendengar anaknya berteriak maling.

Korban lantas mendatangi anaknya dan bertanya apa yang terjadi. Setelah dijelaskan bahwa HP Samsung Grand Neo Plus warna gold anaknya dicuri maling, korban bersama warga kemudian mengejar pelaku.

Tak jauh dari rumahnya, korban dan warga berhasil menangkap pelaku dan menghajarnya hingga babak belur.

Pelaku berhasil diselamatkan setelah polisi cepat tiba ke lokasi kejadian, untuk mengamankan situasi di TKP.

"Jadi, begitu dapat informasi kita bergerak cepat ke lokasi dan mengamankan pelaku dari kerumunan massa," kata Supriadi, Kamis (14/3).

Pelaku berikut barang bukti, lanjut Supriadi kemudian di boyong ke Polsek Percut Seituan untuk diproses lebih lanjut.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam hukuman tujuh tahun penjara," tutup Supriadi.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 50 kali