cache/resized/2011b1049d0c18fe2b9110914ddd5daa.jpg
Idlib(MedanPunya) Anggota Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) dilaporkan dijejer di jalan dan ...
cache/resized/b46cee9fe2241df9f4fc9f8325866285.jpg
Washington(MedanPunya) Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, ...
cache/resized/463ce84142a875d95831164ce57c0a99.jpg
Washington(MedanPunya) Dalam pidato kenegaraan atau State of Union, Presiden Amerika Serikat Donald ...

Medan(MedanPunya) Bupati Nonaktif Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu bersama dua rekannya terkait korupsi suap proyek Dinas PUPR akan segera disidangkan di Pengadilan Tipikor Medan.

Sebelumnya, Bupati Nonaktif Pakpak Bharat, Remigo bersama tersangka suap lainnya David Anderson Karosekali (Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat), dan Hendriko Sembiring (Swasta/kepercayaan David) telah sampai di Kota Medan.

Ketiganya ditempatkan di Rumah Tahanan berbeda, Bupati Nonaktif Remigo ditempatkan di Rutan Polrestabes Medan, sedangkan Plt Kepala PUPR Pakpak Bharat, David Anderson dan rekanan Hendriko Sembiring dititipkan di Rutan Tanjunggusta Medan.

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernando menyebutkan bahwa dalam dua minggu ini akan segera melimpahkan berkas ke Pengadilan Tipikor Medan.

"Minggu depan baru kita limpah, sekitar 2 minggu lagi mungkin akan disidangkan. Sebab dia (Remigo) inikan nerima banyak orang jadi mesti kita dalami satu persatu. Jadi mereka dipindahkan dari Ruang Tahanan KPK di di Rutan Guntur," terangnya, Jumat (15/3).

Ia menerangkan selain ketiga terdakwa ini, KPK juga juga akan segera melimpahkan berkas dua calon tersangka lainnya Sukardi Purba alias Tages dan Donald Tambunan alias Uli.

"Jadi 2 laginya belum kita panggil, itu nanti nyusul belakangan, sebab belum ada perkembangan," tambahnya.

Kepala Rutan Tanjung Gusta, Rudi Sianturi menyebutkan bahwa para tahanan KPK tersebut ditempatkan di blok tipikor.

"Sudah kemarin, sekitar jam setengah 4 kita terima David Anderson dan Hendriko Sembiring. Yang Bupatinya belum masuk ke kita. Jadi keduanya kita tempatkan di blok tipikor semua, KPK langsung yang bawa mereka. Kalau jumlah (KPK) yang bawa enggak tahu kita karena itu bagian penerimaan yang tahu," terangnya.

Ia menuturkan Rutan hanya sebagai perantara hingga para tersangka disidangkan.

"Kalau sudah panggilan sidang ya akan kirim unguk sidang. Kitakan karena sifatnya titipan menjaga dan merawat mereka," pungkasnya.

Terpisah, Humas PN Medan, Jamaluddin menyebutkan pihaknya masih belum menerima berkas Bupati Nonaktif Pakpak Bharat Remigo dan dua rekannya tersebut.

"Kalau sudah dilimpahkan di pengadilan baru kita tahu kapan persidangannya. Tapi kalau masih di rutan yakan kita enggak bisa pastikan, tapi kalau sudah dilimpahkan pasti akan kasih info. Tergantung waktu dari penyidik KPK untuk melimpahkan berkas," tegasnya.

Ia menerangkan PN Medan akan segera membentuk tim majelis hakim untuk segera mempersidangkan para terdakwa KPK.

"Pasti akan segera kita siapkan majelisnya kalau sudah masuk ke kita," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Humas KPK, Febri Diansyah menyebutkan bahwa berkas penyidikan ketiga tersangka sudah rampung dan akan diproses secepatnya.

"Penyidikan terhadap tersangka tersebut telah selesai, sehingga penyidik menyerahkan tersangka dan berkas perkara pada penuntut umum untuk proses lebih lanjut," terangnya.

Sebelumnya, dalam kasus yang sama terdakwa suap Direktur PT Tombang Mitra Utama (TMU), Rijal Efendi Padang sudah memasuki sidang mendengarkan saksi di Cakra Utama, Pengadilan Negeri Medan, Kamis (14/3).

Jaksa Penuntut Umum dari KPK tampak mendatangkan 5 orang saksi dalam sidang kasus suap terhadap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada November 2018 di Rumah Remigo Berutu di Pasarbaru, Medan senilai Rp 150 juta.

Dari OTT itu, KPK kemudian menetapkan 3 orang tersangka, yakni Remigo, David dan Hendriko. Dari hasil pendalaman, Remigo diduga menerima uang suap senilali Rp 550 juta terkait dengan proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat. Suap itu diduga diterima Remigo secara bertahap.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 16 kali