cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Medan(MedanPunya) Terpidana DPO Mahkamah Agung (MA) Heppy Rosnani Sinaga (36) akhirnya ditangkap Tim Intel Gabungan Kejagung dan Kejati Sumut di Komplek Perumahan Pondok Surya, Jl. Sejahtra No 10 Helvetia, Medan, Minggu (14/4).

Seperti diketahui bahwa terpidana tersangkut kasus penipuan penerimaan CPNS senilai Rp 1,24 miliar yang bersengkongkol dengan mantan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang pada 2014 silam.

Sebelumnya, Heppy telah divonis di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga 20 Juni 2016 dengan 10 bulan penjara.

Dan dilanjutkan putusan yang lebih tinggi setelah terpidana melakukan banding di Pengadilan Tinggi dengan hukuman 2 tahun penjara pada 22 September 2017.

Serta kasasi dari terpidana juga ditolak Mahkamah Agung dan menguatkan putusan PT dengan 2 tahun penjara pada 6 April 2017.

Saat putusan akan dieksekusi, terpidana yang merupakan tahanan rumah melarikan diri hingga akhirnya Kejaksaan menjadikan terdakwa Heppy sebagai DPO sejak Mei 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sibolga, Timbul Pasaribu mengungkapkan bahwa keberhasilan ini berkat kerja keras Asintel Kejatisu, Leo Simanjuntak bersama Kejari Sibolga.

"Jadi ini merupakan Program Tabur (Tangkap Buronan) dimana ini merupakan sinergisitas antara Kejagung, Kejatisu dan Kejari Sibolga yang telah mengintai terdakwa selama dua hari penuh di tempat persembunyiannya di Perumahan Pondok Surya," tuturnya di Kantor Kejati Sumut, Jl. AH Nasution, Senin (15/4).

Ia menjelaskan bahwa Heppy yang merupakan tahanan rumahan ini melarikan diri usai mengetahui telah diputus di MA.

Bahkan terpidana juga tidak mengindahkan panggilan resmi dari Kejari Sibolga.

"Kita sudah lakukan upaya selama 3 kali mencari dan berupaya untuk melakukan pemberitahuan resmi dan dadakan terhadap terpidana namun tidak diindahkan. Yang pasti di tempat terdakwa ini tidak ada aktivitasnya disana. Jadi dari mulai jam 10 dan jam 2 subuh kita sudah pantau bahkan ke sekolah anak terpidana," terangnya.

Timbul mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap terpidana ini sangat penting karena merupakan saksi kunci terhadap Mantan Bupati Tapteng Bonaran Situmeang yang masih berjalan.

"Selanjutnya akan kita bawa ke rutan di Sibolga untuk dieksekusi dan karena terpidana ini merupakan saksi kunci untuk mantan Bupati Bonaran yang sedang berjalan tentang kasus penipuan CPNS ini juga. Jadi memang terpidana ini akan mengungkapan kasusnya ini," jelasnya.

Saat dibawa untuk diekspos ke Media, Heppy tampak mengenakan kaos putih dengan jacket hitam serta jilbab bermotif bunga putih biru dengan style kacamata.

Terpidana langsung tanggap dengan kamera para wartawan dan langsung menutup wajahnya dengan jilbabnya.

Sepanjang penjelasan kronologi, Heppy terus menutup wajahnya dan hanya menyisahkan kacamatanya.

Saat wartawan mencoba menanyai terpidana, ia hanya bisa menjelaskan, "maaf ya maaf."

Hingga dibawa mobil tahanan, Heppy terus menutupi wajahnya dan sedikitpun menanggapi pertanyaan para wartawan.***trb/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 95 kali