cache/resized/e7c744cd89e31cec761eab760e829fec.jpg
Medan(MedanPunya) Gubernur Edy Rahmayadi menegaskan keharusan Apatur Sipil Negara (ASN) Sumatera ...
cache/resized/6039b8c3883e38106b1a3814f7533f80.jpg
Jakarta(MedanPunya)  KPK mengamankan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dalam operasi tangkap tangan ...
cache/resized/f86de64f77ac713dca1ea98db290abda.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ikut buka suara terkait banyaknya ...

Medan(MedanPunya) Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto memberikan keterangan keterangan  mengenai aduan warga Medan Tiur Wahyuni Julianti Simatupang kepada Hotman Paris.

Ia menjelaskan bahwa kasus yang dialami Tiur sebenarnya adalah kasus pencurian dan menceritakan kronologis peristiwa tersebut.

"Kasus yang dikomplain oleh saudari Tiur Wahyuni Julianti Simatupang selaku Pelapor dapat dijelaskan sebagai berikut.

Bahwa Kasus ini antara pihak Tiur selaku anak dan pihak orang tua.

Pelapor atasnama Tiur dan terlapor atasnama Havis dan Dede (pihak dari orang tua, pekerja yang mengangkat barang atas perintah orang tua Tiur) dengan laporan pencurian," ujarnya, Senin (29/4).

Sambung Dadang, Tiur melaporkan kehilangang barang barang berupa TV, Home theater dan Emas yang diduga diangkut oleh Havis dan Dede (pekerja kasar).

"Havis dan Dede mengangkut barang atas perintah dari orang tua Tiur atas nama Ir H PS.

Barang tersebut diangkut dari rumah milik Ir. H. PS/orang tua Tiur, karena rumah tersebut akan dijual (saat ini sudah terjual).

Rumah tersebut selama ini tempat tinggal orang tua Tiur dan sejak Tiur berpisah rumah tangga tahun 2010, ia menumpang di rumah orang Tua," ungkapnya.

Ketika rumah tersebut akan dijual, ada penolakan dari Tiur yang mana ia tidak mau keluar dari rumah. Namun rumah harus tetap dikosongkan.

"Pada saat pengosongan Tiur juga menyaksikan. Pengosongan rumah juga disaksikan oleh Kepling, abang Tiur dan orang tua Tiur.

LP diterima tanggal 6 oktober 2017. Empat saksi telah diperiksa dan terlapor Havis telah diperiksa sebagai saksi.

Orang tua Tiur sudah diperiksa. Keterangan saksi orang tua Tiur dan beberapa saksi lainnya menyatakan tidak ada barang yang dimaksud oleh pelapor.

Terlapor tidak mengetahui ada barang yang dimaksud pelapor karena mengangkat barang atas perintah orang tua Tiur diberikan ongkos Rp 100 ribu," jelas Dadang.

Pihak penyidik Polrestabes sangat atensi kasus ini, lanjut Dadang, telah melakukan gelar perkara dan telah menindak lanjutinya serta berupaya mencari alat bukti yang kuat terkait kasus pencurian ini.

"Penyidik akan segera memberikan kepastian hukum.

Terkait dengan preman dan dikirim ular ke rumah Tiur pihak Polrestabes tidak pernah menerima laporan tersebut atau ada kaitan dengan kasus ini. Kami akan dalami," pungkasnya.***kps/mpc/bs



  • 0 komentar
  • Baca 125 kali