cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

Medan(MedanPunya) Menjadi wakil rakyat mungkin adalah salah satu muara atas ketertarikan Erwin Siahaan terhadap dunia politik. Pengemudi ojek online ini berharap bisa memberikan manfaat untuk orang banyak dengan kiprahnya kelak di kursi legislatif.

Saat ditemui di rumahnya di Jalan Maju Raya, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Erwin mengatakan dalam hidup berdemokrasi, perbedaan adalah hal lumrah.

Dia sendiri mengaku tidak mengetahui apa pilihan politik istrinya. Begitu pun calon yang terpilih bisa jadi tidak mengetahui siapa yang memilihnya.

"Aku mau mengatakan kepada masyarakat bahwa demokrasi itu ada perbedaan dan itu indah," katanya.

Dia mengaku resah dengan sering terjadinya fanatisme beragama sehingga menyinggung penganut agama yang lain. Menurutnya, fanatisme tidak akan menjadi masalah jika itu hanya berlaku pada diri dengan Tuhannya.

"Saya, misalnya, fanatik dengan agama saya. Tapi ini hanya untuk saya dengan Tuhan," katanya.

Partai Solidaritas Indonesia mengusung semangat anti-intoleransi dan karenanya dia sangat tertarik bergabung dan membesarkannya, terutama di Kecamatan Medan Johor. Partai ini juga diisi oleh orang-orang muda yang punya semangat.

"Saya lahir di tahun 1980-an yang merasakan perubahan. Misalnya dulu kita bisa gampang main guli (kelereng), sekarang gadget, banyak sudah perubahan," katanya.

Persoalan masyarakat lainnya adalah soal jalan yang rusak. Infrastruktur yang rusak akan menjadi perhatiannya ketika mulai bekerja. Saat ini ia sedang mempelajari dan mendalami peraturan daerah dan berbagai aturan lain untuk menunjang tugasnya mendatang.

"Intinya adalah bagaimana kita terus jujur dalam bekerja. Bekerja sesuai konstitusi. Tetap dalam koridor," katanya.

Erwin mengaku, walaupun banyak yang sudah mengetahui bahwa dirinya lolos menjadi legislatif, ia belum mendapatkan pernyataan atau harapan langsung dari komunitas ojek online.

"Tentunya ada permasalahan. Tapi yang saya ingin sampaikan adalah, kita berupaya untuk bekerja keras, jujur. Dan, kebijakan atau aturan yang terkait harus dibahas dengan baik," katanya.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 52 kali