cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...
cache/resized/b0464be8544b45de19561aca7b0af046.jpg
Bandar Sri Begawan(MedanPunya) Pemerintah Brunei Darussalam tidak hanya memberlakukan hukuman rajam ...
cache/resized/68a55234bdb2786d58de1973a2ca422d.jpg
Washington(MedanPunya) Presiden AS Donald Trump kembali memuji kerja pasukan AS dalam memerangi ...

Jakarta(MedanPunya) Caleg Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun kembali ke Senayan. Di masa kampanye, Jhoni turut mengampanyekan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Saat dihubungi, Jhoni merendah soal kepastian kelolosannya ke DPR. Dia mengatakan hanya Tuhan yang bisa memastikan. Namun dia menjelaskan soal pilihannya mendukung Jokowi selama kampanye.

Jhoni menegaskan dukungannya ke Jokowi tak bersifat pragmatis karena pemilih di daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara II mendukung pasangan 01. Jhoni mendukung Jokowi karena tak ingin Prabowo Subianto yang memimpin RI.

"Saya melihat dalam konteks kepemimpinan nasional. Kalau kepemimpinan nasional terganggu, bangsa ini juga akan terganggu," kata Jhoni mengawali pendapatnya soal kepemimpinan nasional, Rabu (15/5).

Dia menilai Prabowo tak layak jadi pemimpin karena sikapnya. Jhoni menggarisbawahi aksi Prabowo menggebrak-gebrak meja di salah satu momen kampanye.

"Itu baru konteks pidato dia gebrak-gebrak meja, kalau soal kebijakan bangsa, bisa lempar gelas itu, bisa melayang itu kursi," ujarnya.

Jhoni mengaku mengikuti betul rekam jejak Prabowo. Menurut dia, tak ada yang spesial. Namun, kata Jhoni, Prabowo memang pintar memainkan propaganda, seperti yang sedang dijalankan saat ini.

"Ini kan situasi sekarang karena propaganda. Menurut saya, itu media sosial perlu ditutup itu, pikiran masyarakat jadi terkotori karena propaganda. Itu ada 62% menang, bagaimana logikanya, apalagi dia bilang itu dalam 2 hari. Saya saja mengumpulkan C1 dalam 2 hari baru dapat dari 200 TPS, dia klaim sudah 400 ribu TPS," ujar Jhoni heran.

Meski menyatakan dukungan ke Jokowi terkait kepemimpinan nasional, Jhoni juga mengakui masyarakat di dapilnya lebih condong ke Jokowi. Menurut Jhoni, 95% warga Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Samosir, Padanglawas, dan Padanglawas Utara mendukung Jokowi.

Jhoni mengatakan partai tak mempermasalahkan dukungannya ke Jokowi. Selain Partai Demokrat adalah partai yang demokratis, kata Jhoni, ada faktor statusnya sebagai deklarator partai sehingga diberi keleluasaan menentukan pilihan.

"Saya salah seorang deklarator," ujarnya.

Di DPR nanti, Jhoni akan berupaya mewujudkan janji politiknya untuk memperjuangkan pemekaran Provinsi Tapanuli.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 322 kali